a draft….

……

Come on, Uncle. I dont have much time!” Gue menyuruh orang yang sedang nyetir di depan untuk cepat-cepat. Walaupun gue memanggil orang yang sedang nyetir di depan dengan sebutan paman, bukan berarti dia menikah dengan tante gue. Orang yang gue panggil Paman itu adalah Abang Supir Tuk-tuk – sejenis kendaraan mirip bemo khas Thailand. Gue duduk di belakang, sementara si Supir Tuk-tuk duduk di depan mengendarai Tuk-tuk agar baik jalannya.

Tuk-tik-tak-tuk-tuk-tik-tak-tuk-tuk-tik-tak-tuk-tuk…..

Bukan, itu bukan suara Tuk-tuk. Itu suara sepatu kuda dari sebuah delman yang ada di sebuah lagu anak-anak.

Suara Tuk-tuk? Mirip suara bajaj!

Tuk-tuk melaju di jalanan pinggiran kota Bangkok. Kiri kanan kulihat saja banyak pohon cemara. Di pucuk pohon cemara, burung kutilang bernyanyi. Tralalala, trililili. Dan sebelum gue sampai di puncak gunung dan mengacaukan lagi beberapa lagu anak-anak, gue suruh si abang Supir Tuk-tuk untuk kembali ke jalanan Kota Bangkok. Gue gak ada waktu lagi. Hari sudah semakin menjelang sore sementara gue masih belum menemukan kuil yang ingin gue cari. Kuil Senja. Tempat wanita yang ingin gue temui seharusnya berada.

Hurry up! Move faster Uncle!” gue menyuruh si Supir Tuk-tuk melaju lebih cepat. Namun Tuk-tuk berjalan sangat lambat. Kecepatannya sekitar 20km/jam. Kayaknya lebih cepat gue naik ojek gendong[1] aja daripada naik Tuk-tuk kalau lambat begini.

Why should hurry young man? Our government told us to ride our vehicle slowly, so that tourists like you can see our beautiful city” Abang supir Tuk-tuk menjelaskan kenapa dia mengendarai Tuk-tuk cukup pelan.

Okay Uncle, if you can move faster than this, i’ll give you another extra 50 Baths. How’s that?

DEAL!” tanpa basa-basi si Abang Supir Tuk-tuk langsung mengebut Tuk-tuknya.

Tuk-tuk kemudian melaju sangat ngebut sekali. Ngesot ke kanan dan ke kiri seenak jidatnya. Padahal cuma menghindari tai kucing yang tergeletak di tengah jalan. Jangan-jangan Si Abang Supir Tuk-tuk punya cita-cita jadi pembalap F-1 tapi gak kesampaian.

Saking ngebutnya, tepat di persimpangan kita hampir menabrak seorang nenek-nenek yang hendak menyebrang jalan ketika lampu lalu lintas menyala berwarna hijau. Untung dengan kelihaian dan kegesitannya mengendarai Tuk-tuk, si Abang Supir Tuk-tuk berhasil menghindar dari tragedi kecelakaan itu.

Pĕn mæ̀ thī̀ yìng h̄ıỵ̀ xỳāng ramạdrawạng!”  Si Abang Supir Tuk-tuk berteriak ke si nenek-nenek yang hampir ketabrak Tuk-tuk itu. Gue gak tahu dia ngomong apa, tapi sepertinya  dia ngomong ‘punya mata gak sih lo?’.

Si nenek tidak berkata apa-apa. Dia hanya melotot ke arah si Abang Supir Tuk-tuk. Mungkin di dalam hati si nenek berkata ‘lo kali yang gak punya mata. Nabrak nenek-nenek aja masih meleset!’.

Tuk-tuk masih melaju dengan kencang. Tak ada rambu-rambu lalu lintas yang tidak dia langgar. Lampu merah diterobos. Berputar arah padahal ada rambu putar balik dicoret. Berhenti sebentar di depan rambu huruf S dicoret, demi rekor melanggar rambu-rambu lalu lintas[2]. Dan memaksakan belok kanan padahal jelas-jelas ada tulisan ‘DEAD END’ – jalan buntu.

Dan setelah hampir 1 jam berputar-putar tidak jelas di jalanan Kota Bangkok, Tuk-tuk yang gue tumpangi akhirnya berhenti. Gue turun dari Tuk-tuk sambil mengatur nafas.

We already arrive at your destination. From here, you can take a boat and cross the river. Across the river is the Temple of the Dawn. I wish you luck and could meet your girl.” Si Abang supir Tuk-tuk ngomong ke gue dan tersenyum penuh arti.

…..

~ by Dendi Riandi on 25 January , 2012.

5 Responses to “a draft….”

  1. Den, ini ceritanya terusan the nekad traveler, apa udah beda cerita lagi ya?

  2. Hahaha… saya suka ceritanya…
    Salam kenal…

  3. lanjuuuuuut….!!!!!! ^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.