Surat Untuk Salah Satu Penghuni Langit

Halo A, apa kabarnya? Pasti sekarang Aa udah enak di sana. Gak pusing mikirin apapun dan gak kekurangan apapun. Pasti banyak bidadari yang cantik-cantik yang merawat Aa disana. Kalo boleh dan kalo bisa, mintain dong satu bidadari untuk turun dari langit untuk negdampingin adik Aa yang satu ini.

Enggak tahu kenapa, dari dulu aku selalu iri dengan Aa. Aa itu punya banyak kelebihan yang aku gak punya. Kayak sekarang, udah dapat tempat enak dan dikelilingi bidadari-bidadari cantik.

Pertama, kepintaran otaknya Aa gak perlu ditanyain lagi. Aa selalu rangking 3 besar, sedangkan aku seputaran 5-10 besar.

Bakat AA gak ada bandingannya. Bukan hanya otak kiri yang hebat, otak kanan Aa pun gak kalah hebat. Mulai dari bakat menggambar, entah berapa kali semenjak kecil ikut lomba melukis kemana-mana, sementara aku cuma bisa menemani aja. Bahkan Pak Tino Sidin aja memuji sendiri gambar yang Aa buat. Seni musik pun tidak hebatnya. Waktu itu AA masih kelas 1 SMP, tapi permainan melodi gitar yang Aa mainkan udah membuat kagum orang dewasa. Padahal Aa gak pernah ikut kursus atau les di sekolah musik manapun. Dulu saking pengen bisanya maen gitar seperti Aa, aku beli gitar sendiri dan belajar gitar tanpa meminta bantuan Aa. Tapi sayangnya Cuma bisa genjreng-genjreng gak jelas. Ditambah suaraku yang gak bisa nyesuain nada dan telinga yang tuli sama nada, memperparah caraku bermain gitar. Tapi gengsiku terlalu gede untuk minta tolong diajarin ke Aa.

Selain otak kiri dan otak kanan, bahkan tubuh yang Aa punya pun selalu bikin iri. Memang banyak orang mengakui wajahku lebih lucu dan tampan dibanding Aa. Tapi berbeda jika soal tubuh. Badanku sangat kurus, bahkan beberapa teman Aa kadang menyebutku kerempeng dan letoy karena kecil dan lemahnya badanku waktu kecil dulu. Sementara badan AA, walau masih kelas 2SMP dan kita yang hanya terpaut satu tahun, sudah kekar berisi. Bisep yang menonjol, dada yang membusung dan perut yang sikpack serta tinggi badan yang cukup jangkung. Persis seperti model iklan L-Men yang ada di tv. Entah kenapa, Aa walau masih anak SMP tapi udah pengen ikutan fitness aja. Dan lagi-lagi, keirianku akan bagusnya badan Aa, aku pernah memaksa Aa mengantarkanku untuk membeli 2 buah Dumble untuk latihan di rumah. Olahraga pun tidak ketinggalan. Sangat sering Aa ikut dalam perlombaa Basket. Dan itu hanya menambah keirianku untuk bisa menjadi seperti Aa, namun sayangnya tubuhku ini tidak pandai dan berbakat dalam olahraga apapun.

Kepala oke, badan oke, dan tidak kalah oke adalah hati Aa. Aa selalu perhatian kepada siapa saja, dari mulai (alm) nenek, mamah, bapak dan bahkan semua teman-teman Aa. Beda denganku yang selalu cuek kepada siapa saja. Aa selalu gak tega jika ada pengemis yang meminta-minta. Bahkan Aa rela mengurus teman Aa yang kecelakaan dan mengantarkan sampai rumah, padahal waktu itu kondisi ekonomi kita juga bukanlah orang yang cukup mampu. Aa selalu baik kepada siapa saja, dan punya kenalan dan teman dimana-mana. Semua orang kayaknya mengenal Aa. Dari mulai teman sekolah, teman di rumah sampai orang dewasa. Padahal AA masih anak SMP waktu itu. Sementara aku, hanya punya teman dari sekolah dan teman rumah hanya beberapa. Mungkin keramahan dan kebaikan Aa kepada siapa saja tanpa pandang bulu yang membuat orang nyaman berteman dengan Aa. Jika ada orang yang pantas disebut berhati malaikat, mungkin Aa adalah orang yang pantas mendapat gelarnya. Dan rasanya semua orang yang pernah mengenal Aa pasti setuju akan hal ini.

Dan yang membuat semuanya sempurna, adalah betapa rajin shalat dan pintar mengajinya Aa. Sudah sering Aa menjadi pemenang lomba tadarusan Al-Quran di mushalla kampung setiap ada acara keagamaan. Bahkan Aa adalah murid kesayangan Ustadz yang mengajar ngaji kita dan Kiyai pemimpin mushalla. Sedangkan aku, hanya bisa seadanya, bahkan shalat pun masih bolong-bolong sebelum Aa pergi.

Ah, kalau dipikir-pikir betapa sempurnanya Aa, tidak heran, walaupun muka Aa tidak bisa dibilang ganteng, tapi dengan semua kelebihan yang Aa miliki tentu membuat banyak wanita jatuh cinta. Masih teriingat olehku, di hari kepergian Aa, ada beberapa teman wanita Aa yang menangis sangat sedih kehilangan walau tak satupun dari mereka adalah kekasih Aa.

Dan dengan semua kelebihan yang Aa miliki, sangat membuat iri diriku dan sangat ingin seperti Aa. Tapi sepertinya semua tidak bisa, padahal kita dilahirkan di tanggal yang sama dan dibesarkan oleh orang dan cara yang sama.

Sudah hampir 15 tahun semenjak Aa pergi dipanggil olehNya. Tuh kan, bahkan Dia pun sangat sayang sama dirimu hingga memanggilmu lebih cepat sebelum dipusingkan dengan masalah duniawi dan hatimu belum tercemar busuknya dunia ini. Mungkin itu alasan kenapa Dia memanggilmu ke sisiNya secepat ini.

Malam ini aku cuma mau mengucapkan:

Happy Birthday Eka Ardiansyah, (24 Jan1983 -  13 Juni 1997)
My Lovely brother.
Happy birthday to us.

Semoga tenang di langit sana, dikelilingi para Malaikat dan dipeluk para bidadari Surga.
Semoga suatu saat nanti kita bisa meniup kembali lilin ini bersama, di langit sana, seperti dulu lagi.

Dan kepergianmu memberikan pelajaran yang akan kuingat selamanya, bahwa akhir perjalanan kita itu sungguh dekat dan tak akan pernah kita tahu. Mungkin seribu tahun lagi, mungkin 50 tahun lagi, mungkin 3 lebaran lagi atau mungkin juga besok pagi saat kita terlupa belum menyebut namaNya. Pelajaran yang mungkin telah aku lupakan beberapa tahun ini. ketika perintahNya hanya dijalankan sebatas ritual saja, sementara banyak sekali laranganNya yang kujalani hampir setiap hari.

Salam

Adikmu yang sangat kangen

~ by Dendi Riandi on 24 January , 2012.

4 Responses to “Surat Untuk Salah Satu Penghuni Langit”

  1. ehh Dendi kembar?
    Aa-nya pasti udah bahagia di Sana Den :)

  2. Suratnya keren…
    Andai Aa-nya baca… :-)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.