The Untold Story About This Year

Previous story: Malam Saat Ran Mouri Melihat Sinichi Kudo Untuk Terakhir Kalinya.

1 Januari 2011.

When you love someone, you’ll do anything

You’ll do all the crazy things that you can’t explain

You’ll shoot the mon put out the sun

There’ll be times that you’ll believe that you can really fly

-Bryan Adams, When You Love Someone-

 

How many stupid things you’ve done for thing so called LOVE? Me? This is my first time…… first time in this year i mean. The years before? Uncountable!.

Sebuah lagu dari Bryan Adams berjudul When You Love Someone itu terus berputar di otakku. Lirik lagu itu terus mengejekku, sepertinya memang benar, ketika kau mencintai seseorang, kau akan melakukan hal-hal gila di luar akal sehat. Yang paling gila adalah, kau akan percaya bahwa kau benar-benar bisa terbang. Keputusan itu hanya terjadi dalam satu jam. Dan di antara dinginnya udara subuh awal tahun baru yang tidak bisa mendinginkan otakku, aku pun terbang menembus awan, menyebrangi lautan, menempuh jarak hingga 2200 km untuk mencari jawaban atas sebuah pertanyaan cinta. Sebuah perjalanan menjemput luka.

05:26:21 Shubuh pertama, doaku cukup sederhana. Semoga teramini oleh semesta. Jika tidak apa mau dikata? Welcome 2011. (my first tweet in this year)

Sinar matahari pagi di awal tahun ini menyambut kedatanganku di Kota tempatnya bekerja. Tujuanku hanya satu, menemuinya untuk mengatakan langsung di depan matanya bahwa ku sangat mencintainya dan tak ingin kehilangannya. Dan jikapun kami tidak bisa bersatu, aku ingin mendengar langsung melalui mulutnya sendiri, bukan melalui sebuah alat komunikasi jarak jauh.

Dan karena keputusan ini dilakukan mendadak, aku tidak bilang kepadanya bahwa aku akan datang menemuinya hari ini. Semalam kami bertengkar hebat dan berjanji tidak akan saling bicara dulu hingga semuanya tenang dan dia yang akan menghubungiku lebih dahulu. Entah kenapa, aku tidak bisa menunggu. Menunggu hanya untuk kehilangannya.

Namun bodohnya aku, ini ketiga kalinya aku berkunjung ke Kota ini, namun aku tidak pernah tahu tempat tinggalnya sama sekali. Terakhir kali aku hanya menunggu di dalam taksi sementara dia mengambil barang di kost-annya karena jalan masuknya tidak muat untuk mobil masuk. Kebodohanku yang kedua, aku buta sama sekali dengan kota ini. Jadi ketika tepat kakiku mendarat di Kota ini, aku tidak tahu harus kemana. Namun tidak mungkin juga bagiku untuk menghubunginya dan memberi tahu kalau aku sedang nyasar dan kebingungan di kota ini karena ingin menemuinya. Aku ingin memberi kejutan untuknya dengan langsung mengetuk pintu kost-annya.

Aku memerlukan bantuan untuk bisa ke tempat kost-nya tanpa dia tahu. Satu-satunya yang mungkin adalah melalui teman-teman dekatnya di sini. Ada 2 orang yang aku tahu, tapi sialnya lagi, dua-duanya belum ada di kontak BBM-ku. Yang satu sudah berteman di Facebook, yan satu laginya sudah berteman di Twitter. Lalu aku pun mengirim pesan ke dua orang temannya itu melalui dua media sosial yang sering aku gunakan itu. Meminta mereka memberikan pin  BB agar aku bisa bertanya.

Hingga 2 jam berlalu, tidak ada satupun respon dari mereka. Hari sudah semakin siang dan aku masih terluntang-lantung di tengah Kota ini sendirian. Tanpa tahu tujuanku kemana. Egoku masih memegang kendali, tidak, aku tidak akan menghubunginya hanya untuk memberi tahu kalau aku sedang berada di kotanya.

Kemudian aku terpikir sesuatu. Salah satu tools di Twitter adalah Location Tag, yang bisa menampilkan dimana lokasi account tersebut berada. Aku cek Twitternya, untungnya fitur itu diaktifkan dan terlihatlah sebuah peta lokasi dimana posisi dia sekarang. Mudah-mudahan memang benar itu adalah lokasi kost-kostannya. Namun ternyata peta tersebut tidak terlalu detail, hanya gambaran kasar gambar jalan tanpa ada namanya. Lalu aku pun membuka GPS Maps yang untungnya sudah built-in di handphone-ku. Ku buka peta Kota ini melalui GPS Maps dan mencocokkan gambar jalan yang ada di Twitter Location Tag. Ada jalan yang bentuknya mirip. Sepertinya itulah tujuanku.

Dengan berpatokan GPS tersebut aku berjalan kaki menuju lokasi yang dituju. Sesuai GPS tersebut, seharusnya jaraknya tidak begitu jauh dari tempatku berada sekarang yaitu tepat di depan kantornya. Namun ternyata butuh waktu hingga 1 jam berjalan kaki karena ditambah sedikit nyasar. Di saat-saat aku kebingungan, salah satu temannya akhirnya membaca pesanku dan mengirim pesan melalui BBM. Akhirnya bantuan datang juga.

Dengan petunjuk yang diberikan temannya itu, aku langsung menuju lokasi yang diberikan. Namun ternyata butuh waktu yang lama untuk sampai ke kost-annya, karena di lokasi tersebut banyak gang dan tempat kost-kostan juga, sementara temannya hanya memberi tahu patokan lokasi berupa Dealer suatu kendaraan bermotor dan warna cat tempat kost dan jumlah lantai-nya. Setiap ada kost yang seperti itu aku masuki dan bertanya. Namun selalu salah. Lebih dari 2 jam aku berkeliling di daerah tersebut.

Sudah lewat tengah hari yang artinya sudah lebih dari 6 jam aku berada di kota ini. Peluh keringat terus mengucur dari seluruh tubuh ini karena panasnya matahari. Setelah bertanya-tanya kesana kesini, akhirnya aku menemukan juga tempat kost-nya. Aku ketuk pintu kostnya, sangat berharap ketika melihatku pintu hatinya akan terketuk juga. Namun kenyataan tidak selalu seuai harapan. Dia membuka pintu dan tidak ada senyuman sama sekali darinya. Yang menyambutku hanyalah kemarahannya atas kebodohanku yang jauh-jauh datang menemuinya.

Sore itu, di kamar hotelku, kami bertengkar lagi. Betapapun aku memintanya tetap bersamaku, sepertinya kami memang tidak bisa bersama lagi. Sekuat apapun usahamu, terkadang memang ada beberapa hal yang tidak bisa dipaksakan, cinta salah satunya. Air mata dan pelukan menjadi saksi perpisahan kami di malam itu.

Pada pelukan yang terakhir, kau dan aku saling menitipkan diri diam-diam, lalu berpura-pura berjanji untuk melupakan – @jemarimenari.

Tepat di awal tahun baru ini, aku memulai sesuatu dengan hal yang baru, belajar mencintainya hanya sebagai teman biasa. Seperti dulu kala.

On my phone: ♫ is listening to Goodbye My Lovers – James Blunt

On her phone : ♫ is listening to Peluk – Dewi Lestari feat Aqi Alexa

 

28 Maret 2011.

The most terrible way to miss someone is to be sitting next to them, knowing it’ll never be the same – unknown

3 bulan hampir berlalu setelah hari itu. 2 minggu yang lalu kami berjanji akan bertemu lagi di kota Para Pelaut Ulung dari Pulau ini, bukan di kota tempat kami terakhir kali bertemu atau di kota tempat kami pertama kali bertemu.

Doaku sederhana, masih tetap sama, seperti kemarin lusa, semoga teramini oleh Semesta, jikapun tidak tidaklah mengapa. Mungkin Dia memang tahu yang terbaik untuk kita.

Malam itu jarak tubuh kami tidak sampai sehasta, tapi tepat di saat itulah kutahu jarak kehatinya kini lebih jauh dari ujung semesta.

Dan hujanpun turun di pagi itu ketika akhirnya ku tahu, ada seseorang lain yang ada di hatinya kini.

Dan sebut saja ini, kedua kali melakukan perjalanan untuk menjemput luka.

31 Desember 2011.

Setahun telah berlalu. Kakiku telah melangkah maju namun keadaan masih sama, aku masih tetap sendiri. Sudah 3 kali mencoba yang dengan yang baru, namun sepertinya Cupid selalu salah sasaran dalam menembakkan anak panahnya. Dan sakit itu adalah ketika mencoba mencabut kembali panah yang sudah terlanjur tertusuk.

Pernah mendengar hasil survey yang mengatakan bahwa 9 dari 10 wanita itu sangat sulit untuk move on dan melupakan mantannya?

Sial adalah ketika kau jatuh cinta dengan 3 dari 9 orang tersebut namun ternyata mantan-mu adalah wanita ke-10, 1 diluar yang 9 itu. Oxymoron!

Well, maybe this year hasn’t been a friendly year to me, but there’s always a lesson behind every incident, No?

~ by Dendi Riandi on 31 December , 2011.

3 Responses to “The Untold Story About This Year”

  1. 2011 gave you pain so that 2012 can heal it…

  2. :’)
    semoga menemukan apa yang dicari di 2012 ya den, amin :)

  3. @mimi dan @misstitsari: amin. I do hope so.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.