Mayat-Mayat Cinta

Film horror Indonesia lagi booming lagi. Ngebaca lagi tulisan gue yang ini, gue jadi tergerak untuk menuntaskan salah satu bagian di tulisan itu yaitu tentang mayat-mayat cinta, sebuah “sekuel” dari novel ayat-ayat cinta. Sebuah cerpen bergenre romantic-horror. So here it goes…

Bab 1
Gadis Latin Itu Bernama Maria

1 tahun telah berlalu semenjak perginya Maria untuk selama-lamanya.  Fahri mengajak Aisha untuk menetap di Indonesia. Mereka tinggal di sebuah kota kecil di daerah Jawa Tengah, kota dimana Fahri dilahirkan.

Untuk menunjang hidup mereka, Fahri membentuk grup Nasyid bernama Grasi. Namun grup Nasyid yang terdiri dari 2 cowok dan 1 cewek ini kurang begitu sukses, karena dari 10 pertunjukannya, 9 diantaranya dilakukan di Hajatan Sunatan, sedang sisanya mengisi acara Tahlilan. Karena kondisi ini akhirnya Fahri banting setir membuka usaha rental PS dan bengkel ketok magic. Sedangkan Aisha yang sangat mengidolakan VJ Rianti, mencoba melamar menjadi VJ MTV. Namun harapannya kandas ketika dia menolak ketika sang Produser menyuruhnya melepas cadar jika ingin menjadi VJ MTV. Akhirnya Aisha pun pasrah menerima nasib dengan membuka usaha franchise Warung Tegal.

Tengah hari ini, entah kenapa kota Tegal seakan membara seperti di kota Cairo. Hal ini mungkin disebabkan karena hari ini sedang ada syuting film terbaru Dede Yusuf yang berjudul “Jalan Makin Membara Aja Nih Cuy!!!”.

Fahri menatap sekelilingnya. Dia tidak bisa melihat apa-apa, karena keadaan di sekitarnya yang gelap gulita. Dia tidak punya ide sama sekali sekarang sedang berada di mana. Lalu sebuah cahaya muncul, dan menyinari sebuah batu setinggi lutut (lutut manusia, bukan lutut onta-red). Lalu Fahri mendekat dan setelah semakin dekat, dia sangat terperangah dan kaget setengah mati.

“Eh, kutil, kutil, kutil” Ucap Fahri sedikit latah sambil melompat dengan sebelah kaki karena saking kagetnya melihat bahwa sebuah batu di hadapannya ternyata sebuah batu nisan. Lalu dia pun membaca tulisan yang ada di batu itu.

“M…Maa..Maaa…riii..a” Ujar Fahri sedikit terbata-bata karena tidak percaya bagaimana bisa dia berada di kuburannya Maria yang jauhnya ribuan kilometer dari tempat dia seharusnya berada sekarang.

20 jengkal (kira-kira 5 depa) dari batu nisan tersebut, Fahri melihat sesosok wanita berambut panjang, rambut sedikit pirang, memakai daster putih panjang dengan renda-renda pink dan berlabelkan Victoria Secret. Namun wanita ini menghadap ke samping sehingga wajahnya sedikit tidak jelas. Karena penasaran, lalu Fahri pun memanggil wanita itu.

“Maria? Apa benar kamu Maria?” tanya Fahri untuk meyakinkan dirinya.

Lalu wanita itu berbalik menghadap Fahri. Kini terlihat jelaslah seorang wanita cantik berwajah bule dengan rambut sedikit ikal.

“Yap, akyu Maria. Kamyu siapha?.” jawab wanita itu sambil balas menanya.

“Aku Fahri. Hanya seorang pria sederhana yang berwajah tampan, pintar lulusan Universitas di Mesir, alim, sholeh, lemah lembut, baik hati, tidak tega melihat wanita tersakiti, dan dicintai banyak wanita. Pokoknya tipikal pria pada umumnya deh. Aku sudah mengatakan siapa diriku, sekarang katakan siapa kau dan dimana aku berada? Kau bukan Maria kan???!! Cepat jawab atau kulempar kau dengan batu kerikil tujuh kali!!!!” Umpat fahri sedikit emosi hingga timbul niat melempar jumrah karena wajah wanita itu tidak mirip sama sekali dengan Maria-nya.

“My name mhemang Maria. Akyu jugha tidhak tahu why akyu bheradha disiyni. Yang akyu remember therakhir khali, akyu sedhang dinner bersyama Sergio di KFC. And suddenly, Angelica dathang membhawa pistol. A Gun you know??? It’s not so cool.”

“Lalu……. ????”

“Lhalu therdengar syuara letusan dan thangisyan. Akyu kaget. Thernyata ithu birthday balloon yang meletyus dhari anyak yang sedhang mherayakhan ulhang tahuyn. Fyiuuh, akyu khira ithu syuara phistol. Teryhuss, Angelica menthung my head pakhai ityu phistol. Akyu phingsyan.  And then, yang akyu inghat, cyuma faces dari Sergio, Corazon, Ferguso my dog, dan Bapa Pedro menghelilingikyu di hospital. Lalu akyu adha di shini.”

“Tunggu, tunggu. Maria, Sergio, Ferguso, Corazon, Bapa Pedro” ucap Fahri coba mengulang nama-nama yang disebutkan wanita itu. “Kayanya aku kenal deh nama-nama itu. Kamu Maria del Mar alias Marimar Awww kan?.”

“PLAKKK!!!!”

Ttiba-tiba wajah Fahri serasa sakit seperti ditampar dan ada yang mengguncang-guncangkan tubuhnya.

“Mas, sadar Mas. Eling toh Mas Fahri. Nyebut Mas, nyebut!!!” terdengar sebuah suara lirih dari seorang wanita.

“But…But…But…But” Tiba-tiba Fahri tersadar sambil mengucapkan kalimat sakti itu dengan bibir monyong-monyong seperti Ikan mas koki disiram air keras.

“Aisha, aku tadi bermimpi tentang Maria. Maria datang ke mimpiku.” Fahri berbicara kepada wanita yang ternyata diketahui bernama Aisha, istri dari Fahri.

“Mana mungkin?. Maria sudah lama pergi. You have to move on Mas Fahri. Makanya kalau mau tidur cuci kaki sama minum susu dulu. Pasti kamu lupa deh makanya mimpi buruk. Udah ayo kita bobo siang lagi. Nanti malem kan harus begadang jagain rental PS sampe pagi”

Kemudian mereka berdua kembali tertidur namun masih ada yang mengganjal fikiran Fahri tentang mimpi tadi. Fahri merasa ini suatu pertanda. Agar tidak penasaran, sebelum tidur lagi, Fahri mengambil handphone miliknya dan mulai mengetikkan sebuah SMS:
REG (spasi) PRIMBON (spasi) FAHRI.  Send!!!

***

Sementara itu, ribuan kilometer nun jauh disana, di atas sebuah pohon kurma, tampak seorang wanita berambut panjang dengan memakai daster panjang berwarna putih. Dari mulutnya yang mungil dan bibirnya yang merah terdengar kata-kata:
“Tunggulah aku Fahri. Aku kan datang menjemputmu. Kau hanya milikku, bukan untuk dibagi bersama wanita Jerman itu. Tunggulah aku datang !!!!  hihihihihii”

-to be continued-

4 Responses

  1. wahh………kok ceritanya sama ayat2 cinta…

    http://www.lingkaranilmu.co.cc/

    salam kenal yaaaaaa………..

    http://www.ilmu-marketing.co.cc/

    maaf, berarti interpretasi saya selama ini salah kalo ternyata bikin parodi itu harus sesuatu yang original?
    salam kenal juga.

    30 January , 2009 at 2:54 pm

  2. wakakkaka… parah-parah deh hahahahhahha

    hahahah juga. akhirnya ridu kembali dari pertapaan.

    4 February , 2009 at 7:18 am

  3. laah kok jadi vj mtv uaheuaheuaheuha ..

    sumpah ya hebat juga lo ada ada aja idenya, gue baru liat yang ayat ayat cina sama ayat apaa cinta gitu uaehuaheuaeh

    eh ayat-ayat cina baca dimana Ben?

    4 February , 2009 at 8:28 am

  4. bisa aja idenya…
    tetap menulis dan mengupil…
    salam kenal dari libra boy

    salam kenal juga. thanks dah mampir.

    27 April , 2009 at 5:38 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.