Kontemplasi Seperempat Abad

Matahari senja perlahan mulai turun, semilir angin gunung bertiup mengibaskan rambutku. Kuberdiri di antara gunung-gunung ini, menatap ujung cakrawala itu tempat kembalinya sang mentari ke peraduan, berganti giliran berjaga dengan sang rembulan……beuuugh  serasa ending song film saint seiya banget.

img_0207

Yang pasti ini bukan Saint Seiya

Sang surya pun menghilang, mendatangkan kegelapan ke muka bumi, sementara debu jalanan yang dibuat oleh kendaraan yang melintas, mendatangkan jerawat ke mukaku. ASU!!!

Kumenoleh ke belakang, menatap jejak kaki yang terjalani selama seperempat abad. Mencoba mengingat kembali, setiap persinggahan, setiap jalan yang kulewati, setiap mahluk yang kutemui, serta apa saja yang telah teraih dan apa saja yang telah menghilang. Mungkin kedekatanku dengan Sang Pencipta –yang kini mulai terkikis habis- yang paling kurindukan.

Ditemani sebatang ini, secangkir itu, sepiring si ikal,  secuil akses jaringan ke alam semesta dan sejumput harapan, seperti ribuan pagi dan ribuan malam yang biasa kulewati bersama mereka selama setengah dasawarsa ini, kucoba merangkai kembali kepingan-kepingan puzzle dari hidupku. Ah…ternyata memang banyak yang hilang. Beberapa ada yang kutemukan di kolong meja atau di belakang di lemari, namun bentuknya sudah tidak seperti dulu. Mungkin rusak dimakan usia, rayap, kecoa, atau bahkan tetesan hujan yang betapapun pelannya tapi tetap bisa meninggalkan bekas.

Kumenatap jarum jam yang panjang itu. Hari berganti, alam berganti, dunia berubah, tapi kumerasa masih seperti 10 tahun yang lalu. Mungkin benar apa kata iklan rokok itu, tua itu pasti, dewasa itu pilihan.

Kumelihat sekali lagi sebuah layar kecil di genggaman tanganku, sudah lewat lima menit. Tapi hanya sepi yang kudengar. Tak ada bunyi, tak ada suara…..seperti biasa.

babi_ngepet

Happy birthday My Dearest Brother……semoga kau tenang di langit sana, dikelilingi para malaikat dan dipeluk para bidadari surga. Semoga kita bisa meniup lilin ini bersama suatu saat nanti di langit sana..….seperti dulu kala.

Dan kuhembuskan nafasku…….kegelapan kembali hadir seiring padamnya api dihadapanku.

Sementara tidak jauh dari tempatku berada…..suara teriakan terdengar dari seluruh penjuru kampung
“ADA BABI NGEPET…..ADA BABI NGEPET…..BABINYA BERUBAH JADI ORANG…BUNUH…BAKAR….RAJAM!!!!!”

dan dengan pelan kuhanya berkata: “Upps….salah lilin!!”.

-dendiout-

3 Responses

  1. dEe

    dendaiiiiii happy birthday yaaaaa……smg karir penulisnya melesat…hihihihi

    tenkyu Dee

    24 January , 2009 at 3:24 pm

  2. udah 25 tahun, tobat mas.. jangan ngepet terusss….!!

    iya, udah tobat sekarang. cape jagain lilinnya. lebih baik miara tuyul ya?

    24 January , 2009 at 10:31 pm

  3. side job ya? hehehe.

    yang mana nih?
    ngeblog=side job.
    ngepet= main job. hehehehe
    .

    3 February , 2009 at 1:45 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.