Archive for January, 2009

Mayat-Mayat Cinta

Film horror Indonesia lagi booming lagi. Ngebaca lagi tulisan gue yang ini, gue jadi tergerak untuk menuntaskan salah satu bagian di tulisan itu yaitu tentang mayat-mayat cinta, sebuah “sekuel” dari novel ayat-ayat cinta. Sebuah cerpen bergenre romantic-horror. So here it goes…

Bab 1
Gadis Latin Itu Bernama Maria

1 tahun telah berlalu semenjak perginya Maria untuk selama-lamanya.  Fahri mengajak Aisha untuk menetap di Indonesia. Mereka tinggal di sebuah kota kecil di daerah Jawa Tengah, kota dimana Fahri dilahirkan.

Untuk menunjang hidup mereka, Fahri membentuk grup Nasyid bernama Grasi. Namun grup Nasyid yang terdiri dari 2 cowok dan 1 cewek ini kurang begitu sukses, karena dari 10 pertunjukannya, 9 diantaranya dilakukan di Hajatan Sunatan, sedang sisanya mengisi acara Tahlilan. Karena kondisi ini akhirnya Fahri banting setir membuka usaha rental PS dan bengkel ketok magic. Sedangkan Aisha yang sangat mengidolakan VJ Rianti, mencoba melamar menjadi VJ MTV. Namun harapannya kandas ketika dia menolak ketika sang Produser menyuruhnya melepas cadar jika ingin menjadi VJ MTV. Akhirnya Aisha pun pasrah menerima nasib dengan membuka usaha franchise Warung Tegal.

Tengah hari ini, entah kenapa kota Tegal seakan membara seperti di kota Cairo. Hal ini mungkin disebabkan karena hari ini sedang ada syuting film terbaru Dede Yusuf yang berjudul “Jalan Makin Membara Aja Nih Cuy!!!”.

Fahri menatap sekelilingnya. Dia tidak bisa melihat apa-apa, karena keadaan di sekitarnya yang gelap gulita. Dia tidak punya ide sama sekali sekarang sedang berada di mana. Lalu sebuah cahaya muncul, dan menyinari sebuah batu setinggi lutut (lutut manusia, bukan lutut onta-red). Lalu Fahri mendekat dan setelah semakin dekat, dia sangat terperangah dan kaget setengah mati.
(more…)


Kontemplasi Seperempat Abad

Matahari senja perlahan mulai turun, semilir angin gunung bertiup mengibaskan rambutku. Kuberdiri di antara gunung-gunung ini, menatap ujung cakrawala itu tempat kembalinya sang mentari ke peraduan, berganti giliran berjaga dengan sang rembulan……beuuugh  serasa ending song film saint seiya banget.

img_0207

Yang pasti ini bukan Saint Seiya

Sang surya pun menghilang, mendatangkan kegelapan ke muka bumi, sementara debu jalanan yang dibuat oleh kendaraan yang melintas, mendatangkan jerawat ke mukaku. ASU!!!

Kumenoleh ke belakang, menatap jejak kaki yang terjalani selama seperempat abad. Mencoba mengingat kembali, setiap persinggahan, setiap jalan yang kulewati, setiap mahluk yang kutemui, serta apa saja yang telah teraih dan apa saja yang telah menghilang. Mungkin kedekatanku dengan Sang Pencipta –yang kini mulai terkikis habis- yang paling kurindukan.

Ditemani sebatang ini, secangkir itu, sepiring si ikal,  secuil akses jaringan ke alam semesta dan sejumput harapan, seperti ribuan pagi dan ribuan malam yang biasa kulewati bersama mereka selama setengah dasawarsa ini, kucoba merangkai kembali kepingan-kepingan puzzle dari hidupku. Ah…ternyata memang banyak yang hilang. Beberapa ada yang kutemukan di kolong meja atau di belakang di lemari, namun bentuknya sudah tidak seperti dulu. Mungkin rusak dimakan usia, rayap, kecoa, atau bahkan tetesan hujan yang betapapun pelannya tapi tetap bisa meninggalkan bekas.

Kumenatap jarum jam yang panjang itu. Hari berganti, alam berganti, dunia berubah, tapi kumerasa masih seperti 10 tahun yang lalu. Mungkin benar apa kata iklan rokok itu, tua itu pasti, dewasa itu pilihan.

Kumelihat sekali lagi sebuah layar kecil di genggaman tanganku, sudah lewat lima menit. Tapi hanya sepi yang kudengar. Tak ada bunyi, tak ada suara…..seperti biasa.

babi_ngepet

Happy birthday My Dearest Brother……semoga kau tenang di langit sana, dikelilingi para malaikat dan dipeluk para bidadari surga. Semoga kita bisa meniup lilin ini bersama suatu saat nanti di langit sana..….seperti dulu kala.

Dan kuhembuskan nafasku…….kegelapan kembali hadir seiring padamnya api dihadapanku.

Sementara tidak jauh dari tempatku berada…..suara teriakan terdengar dari seluruh penjuru kampung
“ADA BABI NGEPET…..ADA BABI NGEPET…..BABINYA BERUBAH JADI ORANG…BUNUH…BAKAR….RAJAM!!!!!”

dan dengan pelan kuhanya berkata: “Upps….salah lilin!!”.

-dendiout-


Kita Tidak Seharusnya Mengutuk Israel

Pengennya ga mau nulis topik ini.
Alesan pertama: udah banyak yang nulis baik di blog2 atau forum2 terus agak lumayan telat, jadi mungkin sedikit basi.
Alesan kedua: gue jarang bisa menulis hal2 yang serius, apalagi masalah sensitif seperti ini. Takutnya bukan malah memberi solusi, malah membuat lebih banyak pro-kontra seperti yang terjadi di blog-nya chi2.

Tapi lama2 gatel juga pengen sedikit berkomentar.
Oke, dimulai aja. (oiya, tulisan ini mungkin agak serius, jadi pake kacamata kamu, singkirkan popcorn dan minuman bersoda dari hadapanmu dan pastikan kamu udah ganti celana dalem. Sudah? Oke, sekarang baru dimulai.)
klik more!!!
(more…)


Ketika Bintang Bersinar di Langit yang Biru

Kembali lagi, gue nikmati malem2 sendiri di ruangan kantor gue. waktu udah menunjukkan jam 10 lewat, malam semakin larut tetapi gue masih disini melakukan pekerjaan rutin yang seorang karyawan berdedikasi dan pekerja keras di seluruh dunia biasa lakukan: browsing, chatting, dan blogging. Benar2 karyawan teladan.

Sementara di luar sana, yang gue tatap dari balik jendela ini, hal-hal normal masih terjadi: bulan bersembunyi di balik awan, angin bertiup pelan, mobil-mobil berlalu lalang, lampu2 toko mulai padam dan seorang pria sedang mengendap2 di atas atap sebuah rumah sambil menciumi pakaian dalam yang sedang dijemur. Ya semuanya masih normal.

Di awal tahun ini ada banyak sekali hal yang baru yang gue pelajari, salah satunya adalah menunggu adalah pekerjaan yang paling membosankan sedangkan mengupil adalah pekerjaan yang membuat waktu tidak terasa. Dan dengan meng-combine kedua hipotesis itu, maka gue berhasil membuat solusi dari masalah kebetean saat Menunggu Seseorang yaitu dengan Mengupil. Ga percaya, silakan coba. Kalo ga terbukti boleh dikembalikan tanpa bayar kok (maksudnya kembalikan upilnya ke dalam idung lo lagi).

Sorry for the lack of updates, gue ga sibuk cuma sekarang lagi seneng blogwalking aja, baca blog2 orang, tapi tetep karena koneksi yang lemot, ga bisa kasih komen juga. Cuma sekedar sebagai silent reader.

Setelah gue blogwalking ke beberapa blog, banyak sekali yang menuliskan resolusinya atau harapannya di tahun baru ini. Dari yang berat2 seperti menjadi penulis, mengeluarkan sebuah buku, kumpulan puisi, maen film, maen sinetron, menjadi model, masuk dapur rekaman, lulus kuliah, lulus sekolah, dapet kerja, menikah, dapet pacar, berhenti ngerokok, naek pangkat, jadi anggota dewan sampe mengangkat gajah (itu berat juga kan?), atau cuma yang simpel2 seperti menjadi orang yang lebih baik, membahagiakan orang tua, keluarga, berusaha berolahraga seminggu sekali sampe berhenti menaruh upil di baju orang laen. (sumpah, ini bukan gue!!).

Setelah membaca blog-blog itu, gue jadi amaze sendiri sama teknologi yang namanya blog pada khususnya dan internet pada umumnya. Dulu sekali, ketika gue masih kecil, jaman ketika manusia masih hidup dengan cara nomaden dan berburu mammoth untuk sekedar makan siang (gile….highlander dong gue????), ada dua cara untuk mengetahui harapan2 dan resolusi orang lain. Pertama, tanya ke orangnya langsung atau kedua kita bisa baca melalui buku diary-nya seseorang itu. Itu juga kalo yang punya diary mau kasih ke kita atau kita temen deketnya dan biasanya rata2 yang nulis diary adalah cewe. Cowok ada juga sih yang nulis diary, tapi jarang. Nah di buku diary itu biasanya kita bisa baca harapan2, resoulusi sampe curhatan pribadi (hari ini ngapain, ketemu siapa, makan apa, sampe sudah berapa kali boker hari ini). Selain berisi curhatan, ada juga buku diary khusus yang isinya tentang data2 diri temen2 kita. Mungkin ada yang masih inget dimana kita ngisi biodata kita di buku tersebut: nama, ttl, alamat, no tlp (cuma rumah blm ada hape), zodiak, makanan fav, minuman fav, sampe kata2 mutiara serta pesan dan kesan.

Buku diary yang berisi curhatan itu sekarang telah digantikan oleh Blog, sedangkan buku diary yang berisi biodata itu tergantikan oleh yang namanya frenster, fesbuk, multiplai dan lain-lain.

Sekarang, kita bisa dengan bebas membaca harapan, resolusi, pencapaian selama tahun kemarin dari orang2 seluruh dunia, bukan hanya temen kita sendiri, tapi juga orang2 yang ga kita kenal. Kita bisa berkomentar soal resolusinya, memberikan support, mengkoreksi, mengingatkan, bahkan mencela atau sekedar meng-copy resolusinya untuk hidup kita.

Dan saat ini, seperti seperempat abad yang akan terlewati, gue ngerasa waktu berjalan begitu cepat. Rasanya baru kemaren gue ngumpet2 baca diary temen gue tanpa ijin sekedar cuma pengen tau sebenernya dia sekarang suka sama siapa dan berapa kali dia boker hari ini. Tapi sekarang kita bisa dengan bebas membaca curhatan (even the most secret) dari orang laen dari hal yang namanya blog.

Internet memang membuat waktu berjalan begitu cepat dari yang bisa kita kejar. Gue masih inget, rasanya baru kemaren, ketika gue masih memakai putih-biru, ketika reformasi baru aja lahir, ketika era kebebasan pers digaungkan dengan keras, temen gue mengenalkan gue sama yang namanya internet. Dan situs yang pertama kali gue buka itu adalah sebuah situs yang bisa mencerdaskan kehidupan bangsa. Sebuah situs tentang pendidikan. Ehmm…Pendidikan seks tepatnya atau situs bokep kalo lo belum ngerti juga.

Dari sekedar Cuma browsing, terus lanjut ke chatting dan email saat sma, join milis dan forum, cari jurnal dan puncaknya ikutan friendster pada saat kuliah di awal tahun 2004. Saat itu email dan friendster udah seperti candu bagi gue, kalo ga buka email sama friendster sehari aja, kayanya hidup ada yang kurang. Tidur ga nyenyak tapi makan tetep enak. Dari friendster gue mulai mengenal blog. Sedikit telah sih, sekitar tahun 2005-an. Yang biasanya gue menyampah kata2 di milis, akhirnya gue menemukan tempat yang tepat untuk mengekspresikan kata-kata tanpa khawatir lagi ada yang tersinggung karena emailnya cuma diisi sampah2 dari gue. Tapi itu ga berlangsung lama, cuma setahunan. Ada ketidakcocokan antara gue dan blog itu. Dia egois, sering ngambek. Dia selalu keluar lebih dulu daripada gue. akhirnya kita putus. (apaan sih den?). dan jadilah sampe gue nge-blog disini.

Dan gue cuma bisa bilang, bersyukurlah anak2 jaman sekarang yang ga perlu melewati masa kegelapan seperti gue.

Thanks to inventor of computer and internet. I salute you.

-dendiout-


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.