Pulang
What a crazy week…walopun kemaren long holiday tapi sungguh minggu yang hectic banget sampe2 di kala orang2 menikmati libur panjang, tanggal 26 desember kemaren gue masih masuk kerja dan dampaknya ga bisa pulang ke rumah. Fiuuuh…kalo udah begini rasanya gue pengen tidur bareng sama Luna Maya (lho???)
Tahun baru Hijriah baru aja terlewati dan 2 hari lagi kita masuk tahun baru Masehi serta 26 hari lagi ulang tahun gue (hehehe Out of Topic – promosi colongan).
Pengennya sih gue posting pas malem tahun baru, biar terkesan lebih pas gitu, tapi secara rencana gue di post sebelumnya yaitu bermalam tahun baru dengan ngenet-ria sepertinya bukan suatu ide bagus, maka postingan tahun baru gue tulis sekarang aja.
Tahun baru, harapan baru. Ada banyak hal yang membuat tahun 2009 itu sesuatu yang spesial …..khususnya buat gue.
1. Tahun 2009 itu angka ganjil, bukan angka genap.(trus??)
2. Tahun 2009 itu bukan tahun kabisat, jadi ga habis dibagi empat. (masih ada sisa, sisanya bisa buat ditabung)
3. Tahun 2009 itu angka cantik (kalo diliat dari kalender yang ada gambar Dian Sastro-nya)
4. Di tahun itu, gue akan menginjak usia ¼ abad 18 tahun. Usia yang penuh dengan gejolak. Not A Boy, Not Yet A Man kalo kata Beratnih Supir.
5. Tahun 2009 ada pemilu. (Saya Dendi Riandi. Cintailah anak-anak gadis petani Indonesia)
Harapan gue di tahun 2009 nanti ga muluk2:
1. Dapet hadiah 1 milyar
2. Ada orang kaya kelebihan duit yang ngasih gue mobil jaguarnya
3. Dapet pacar baru (emang sebelumnya ada pacar lama???)
4. menyelesaikan my undreaming project. (ya mudah2an kelar pertengahan tahun depan)
5. More be my self.
6. Be a better of me.
Ok, segitu dulu resolusi gue tahun baru nanti. Can’t wait to see –my favorite- thousand of fireworks blast off in the sky. Malem tahun baru ini mungkin gue masih habiskan di kota ini, tapi besok paginya gue akan balik ke Jakarta trus lanjut ke Serang. Still searching my Aling. Yey…..akhirnya gue pulang juga.
Sedikit ga nyangka kalo gue akan menghabiskan malem tahun baru di kota ini (yang terancam sampe jam 10 malem masih di kantor). tapi kalo di-list acara tahun baru setiap tahun, gue menghabiskannya selalu di tempat yang berbeda.
Tahun baru 2005 -> merenung sendirian, nonton tivi di Depok. Alone.
Tahun baru 2006 -> kejebak macet di Puncak, Bogor.. Sampe puncak pas jam 5 subuh. With my family.
Tahun baru 2007 -> nonton kembang api di alun2 Serang. With her.
Tahun baru 2008 -> nonton kembang api plus band2 di Monas, Jakarta. With my friends.
Tahun baru 2009 -> ….bersama teman2 baru di Palu. With my new friends/second family.
Different year, different city, different people……what about you?????
Sori, kalo ceritanya ga jelas, loncat2. so little time so much to tell. tapi emang gue ga pinter bercerita. sebagai penutup sebuah lagu lama dari Dik Doank.
C U next year guys…..
Pulang – Dik Doank
Kenangan terentang bagai lukisan terpanjang,
Tak pernah bertepi selalu ada dan menggoda,
Bagai terurai di relung hati,
Dan takkan kutahan sekarang aku harus pulang,
Aku rindu ibu, wibawa ayah dan suasana yang ada.
Yang pernah singgah…
Reff:
Terbayang-bayang perhatikan kamarku,
mulai dari sepatu bola bututku,
gambar mantan pacar yang tak jemu-jemu
memandang kosong ruangan yang dulu
pernah bercerita cinta yang membara,
Seru-serunya..
kita lupa kita buta, kita hampir saja…
Kalo kamu ingin niat pulang kamu harus membawa banyak uang
Biar ayah senang ibu bayar utang mertua datang segera meminang
Kalo ingin ikut denganku kamu harus mandi terlebih dahulu
Biar badan kamu tak menjadi bau dan aku tak malu dengan teman lamaku..
….###…
-dendiout-
Cinta Produk Dalam Negeri
“Indonesia pernah menjadi macan Asia, maka belilah produk2 petani Indonesia. Kita punya sayur terbaik, ikan tersegar, padi, dan hasil2 alam terbaik lainnya. Maka belilah produk Indonesia”…
Masih ingat kan sama sebuah kalimat sakti yang menjadi andalan dari iklan sebuah parpol yang namanya terdengar seperti nama mesin pengampelas otomatis itu???
Ngomongin produk dalam negeri Indonesia, sama aja kaya mencari akar persamaan kuadrat dari sebuah puisi Chairil Anwar alias Bikin bingung…
Untuk contohnya kita mulai dari hal yang kecil aja.
MAKANAN
Siapa yang ga kenal sama yang namanya Keepci dan Mekdi? Dua raksasa franchise milik amrik yang franchisenya udah men-cumi dimana-mana. Dan sebagai seorang “orang Indonesia asli”, hampir 99% kedatangan gue kesana selalu memesan menu yang sama. Menu itu Bukan sandwich, bukan burger, dan juga bukan ketoprak (klo ini karena emang ga ada). Gue pesennya PaNas kalo ke KFC dan PaHe kalo ke McD. Iya bener sodara2, nasi dan ayam. Seperti kata pepatah Cina kuno, “Orang Indonesia itu kalo belum makan nasi, belum afdol”.
Ada seorang teman yang pernah bilang ke gue, bahwa semakin gue sering makan di franchise milik asing, maka semakin miskinlah para petani, pedagang dan pengusaha Indonesia. (yang setelah menonton iklan parpol itu, gue curiga jangan2 temen gue itu salah satu kadernya ….)
Tapi tau ga sih lo, kalo ternyata Ayam yang kita makan di restoran milik bule itu, adalah ayam yang diternakan dari Karawang. Kota penghasil ayam buras terbesar di Indonesia. Or in another words Ayam yang kita makan di KFC dan McD itu aslinya Ayam Sunda. Dan nasi yang dihidangkan bersama ayam itu adalah beras yang dipanen dari Cianjur. (Lagi-lagi) in another words nasinya Nasi Sunda. Eiits, tenang, gue ga lagi rasis ngebanggain orang Sunda. Yang mau gue sampein adalah, walopun kita makannya di restoran milik asing, makanan yang kita makan adalah produksi dalam negeri juga kok. Atau untuk contoh lebih ekstrimnya lagi, bahwa ikan mentah yang kita makan di Sushi Tei itu juga bukan ikan yang diambil dari Laut Jepang sono, tapi ikan yang hidup dari Laut Indonesia juga, dan diambil oleh nelayan-nelayan Indonesia juga.
Intinya, walopun kita makannya di restoran milik asing, tapi makanannya tetep lokal juga kok.
Dan ironinya, makanan favorit gue serta kaum menengah ke bawah yang laen yaitu TempedanTahuBersaudara.com adalah produk luar negeri. Kenapa disebut produk luar negeri? Karena bahan bakunya yaitu kacang kedelai 80% masih kita impor dari Amerika dan Jepang.
Pertanyaan nomor satu, jadi siapa yang cinta produk dalam negeri? Orang yang sering makan di KFC atau orang yang sering makan Tempe?
SEPATU
Tadi soal pangan, selanjutnya soal sandang yaitu sepatu. Untuk cepetnya, gue singkat aja.
Siapa yang ga tau Nike?
Semua orang pasti tau, seorang penyanyi sekaligus aktris asal Bandung yang namanya dulu terkenal banget di jaman gue masih esde tapi sekarang udah meninggal karena kecelakaan dan mukanya mirip Nafa Urbach.
Eh sori, itu Nike Ardilla. Maksud gue Sepatu Nike. Merek sepatu yang udah mendunia yang sampe2 dijadiin ikon seorang pebasket terkenal. Tapi tau ga sih lo kalo sepatu Nike yang harganya wow-anjing-kok-mahal-aja-banget-gitu-nyet itu kebanyakan diproduksi Indonesia? Ini gue tau dari temen gue yang pernah magang di sebuah pabrik sepatu Nike di daerah Tangerang. Katanya sepatu2 yang dibuat disini itu, dikirim ke Amerika sono, trus dari sono diekspor ulang ke seluruh dunia dan salah satunya ke Indonesia dengan harga yang gila-gilaan bersama teman-teman kaya lagunya Changchuters.
Sedangkan (lagi2) para penduduk kelas menengah ke bawah cuma sanggup beli sepatu yang harganya pas di kantong dengan bercapkan “Made in China”.
Pertanyaan kedua, jadi siapa yang cinta produk dalam negeri? Orang-orang yang sanggup beli sepatu Nike ato orang yang cuma sanggup beli adeknya yang bermerek Nuke ato Nika?
Itu sedikit contoh bahwa ternyata tanpa iklan parpol itupun, masyarakat Indonesia sudah lama cinta produk dalam negeri.
Bahkan sayur-mayur, buah-buahan, serta bumbu-bumbu yang mereka beli di Supermarket milik Perancis itu pun aslinya mereka tau bahwa semua itu hasil alam dari petani-petani Indonesia juga. Ya cuman itu, kadang kita “merendah” dan “ga mau pamer” bahwa kita sangat cinta produk Indonesia, sehingga kita lebih seneng belanja di supermarket milik asing daripada di pasar yang bechek dan banyhak thukang ojhek yhang phesek-phesek. Berbeda-beda tetapi tetap satu jua, walopun belinya di tempat yang berbeda, tapi hasilnya buat ke petani Indonesia juga.
Bahkan ketika ekonomi dunia sedang gonjang-ganjing, kurs dollar melambung tinggi ke level 12ribu, masyarakat Indonesia menjadi sangat mencintai Rupiah. Mereka berbondong2 menjual dollarnya untuk ditukarkan dengan Rupiah. Lihatlah, itulah suatu “bukti” bahwa sebuah lagu dari Cindy Cenora yang berjudul “ Aku Cinta Rupiah” yang didendangkan pada tahun 1999an itu telah mendarah daging dalam otak mereka. Sebagian orang yang iri akan semangat nasionalisme ini menyebut mereka spekulan, opportunis, dan sebutan lainnya, tapi yang pasti mereka cinta produk dalam negeri, cinta rupiah.
Pertanyaan ketiga, kenapa Dewi Perssik tidak menjemput sang kekasih di Bandara yang baru saja tiba ke Indonesia? ada apakah gerangan? apakah ada hubungannya dengan CLBK-nya Luna Maya kepada Ariel Peterpan?
(wah kok gue bisa nulis tulisan yang serius ya?)
-dendiout-
Rencana Tahun Baru
Bentar lagi tahun baru. Kalo mendekati tahun baru kaya gini ada beberapa hal yang gue inget.
Yang pertama sebuah lagu dari dhea ananda yang liriknya:
Tahun baru alhamdulillah
Tuk dipakai di hari raya
Tak punya pun tak apa-apa
Masih ada tahun yang lama
*eh, ini kan lagu baju baru*
Yang kedua adalah resolusi. Banyak orang biasanya bikin resolusi pada saat akhir tahun untuk dijalanin di tahun yang baru. Dan sebagai orang yang sangat ingin dianggap gaul dan happening gue juga ga mau ketinggalan untuk bikin resolusi.
Dan resolusi gue di tahun depan adalah:………………………..menambah resolusi foto gue menjadi 15000 x 25000 piksel dan 300dpi.
Hehehe, ga deng becanda.
Resolusi gue adalah menyelesaikan “my undreaming project”. Bulan desember ini sedang mengumpulkan referensi. Mudah2an sih sebelum tgl 31 semua bahan referensi dah selese gue telen, jadi tanggal 2 Januari udah bisa dimulai. Yah, mudah2an sebelum Juni udah selese. Doain aja deh.
Yang ketiga acara tahun baruan. Everyone celebrates it. Dan sampe sekarang gue belom tau mau ngapain pas malem tahun baru. Ada beberapa hal sih yang kepikiran:
- nyuci celana dalem
- nguras kamar mandi
- motong rumput di belakang rumah
- itikaf di mesjid sambil merenungi dosa2 di masa lalu
- belajar bikin anyaman ketupat
- belajar nyetir mobil
- maen kartu remi/gaple sampe pagi
- nonton saluran tv kabel FTV midnight hot
- maen game koputer
- ngenet semaleman
dari semua list yang ada, kayanya list terakhir deh yang mendingan
Kata orang Desember itu holiday month. Banyak banget liburnya. Dan emang bener di bulan ini dari 31 hari, cuman ada 19 hari kerja. Ada libur longwiken 3 hari pas Idul Adha, ada libur Natal, libur Tahun Baru Hijriyah dan ditutup Libur Tahun baru. Dan semuanya itu selalu deket dengan sabtuminggu. Udah terbayang aja menikmati liburan di rumah pas libur Natal yang panjang banget.
Tapi takdir berkata lain. Takdir tidak memihak kepada gue. Tgl 26 kantor gue BUKA, dan gue disuruh masuk. Dan secara gue tidak merayakan Natal, maka gue disuruh untuk piket pada hari itu, menggantikan bos gue yang emang merayakan Natal. Katanya kan gue udah menikmati libur panjang pas Lebaran kemaren, makanya gantian sekarang gue yang disuruh jaga kantor.
Dan gara2 ini sepertinya liburan kali ini gue tidak pulang ke rumah. …….
-dendiout-
Kata Temen Gue