Archive for September, 2008

Side Story of BDM 2008 of My Own

Di postingan sebelumnya, gue nulis sedikit review tentang Bunuh Diri Massal 2008. Dan berawal dari situ juga, jadi tertantang untuk menuliskan side storynya.

Keseluruhan ide ceritanya sebenernya udah muncul sejak menuliskan postingan sebelumnya. Tapi kesibukan membuat gue baru bisa menyelesaikannya tadi malem. Jumat malem, gue udah pengen nulis, tapi kesibukan kantor gue di akhir pekan yang mau menghadapi libur panjang – yang membuat gue baru pulang kantor jam setengah 11malem-  membuat ide itu jadi tertunda untuk disalin ke dalam bentuk tulisan. Hari Sabtunya, gue melakukan perjalanan kembali ke pangkuan ibu tercinta aka mudik – kembali ke Jakarta dan Serang – sehingga menahan gue untuk menulis. Sabtu Malem dan Hari Minggu pagi gue coba untuk menulis lagi, tapi penyakit lama gue: yaitu moody, keluar. Sehingga berjam-jam di depan laptop, yang bisa gue tulis cuman 1 paragraf.

Sungguh jadi tantangan tersendiri bagi gue untuk menulis sebuah cerita gelap dan serius seperti ini, mengingat biasanya gue cuman bisa ngebuat tulisan-tulisan ngaco. Apalagi terakhir kali bikin cerpen pas gue kelas 3 sma, waktu disuruh sama guru Bahasa Indonesia sebagai PR.

Tapi akhirnya jadi juga.

karena tulisannya lumayan panjang, gue ga akan posting disini, tapi gue buat page tersendiri. Selain karena alasan takut menghabiskan halaman blog, gue juga menghindarkan kebosanan para pembaca yang engga suka baca cerpen. Jadi yang mau baca, silahkan klik tulisan di bawah ini.

Two Soul – Side Story of DBM 2008.

Yang engga suka silahkan lanjut baca postingan yang ini aja.

*******************************

Finally

  1. Finally…..i’m back to Jakarta and Serang my home town. Kembali menghirup kesumpekan dan aroma macetnya ibukota. Even just for a while.
  2. Finally….. my laptop back to my side. Setelah hampir 2 bulan terpisah ratusan kilometer dari gue, akhirnya si Mohamad James Mariyadi – nama laptop gue, kembali ke pangkuan gue. Walau untuk mendapatkannya kembali dan membuatnya bisa dipake lagi, gue harus mengeluarkan 1/3 dari uang THR gue.
  3. Finally…..i’ve found what i’m looking for. Wait, not finally. Not yet. I think i’ve found what i’m looking for all this time. Some people called it Destiny, some people called it Miracle. But i just simply call it Love. Hopefully.

-dendiout-


Sahur Sial & Bunuh Diri Massal 2008

SAHUR SIAL

————————————————————————–

2 hari makan sahur kemarin kayanya jadi hari yang agak sial bagi gue dan temen2 yang tinggal serumah sama gue. Ceritanya begini:

Sahur puasa hari ke-24

Malem sebelumnya gue udah nyiapin menu buat sahur yaitu Ikan Sarden Kaleng. Yah lo tau lah apaan itu, sejenis Ikan Sarden yang udah diawetin trus dikasi bumbu2 trus dimasukkin ke kaleng, dan kalo mau menyantapnya tinggal dipanasin aja sebentar di atas kompor. Makanya namanya Ikan Sarden Kaleng. Jadi kalo ada adek lo yang masih kecil nanya ke elo “kak, kalo Banci Kaleng artinya apa?”, maka lo tinggal jawab aja “Itu lho Dek, sejenis Banci yang diawetin trus dikasi bumbu2 trus dimasukkin ke kaleng, dan harus dipanasin di atas kompor dulu kalo mau dimakan” kekekekek.

Sarden Kaleng                      Banci Kaleng

Lho kok jadi ngelantur? Eh, sampe mana tadi ya? Oh iya, Banci Kaleng. Jadi ceritanya gue berencana sahur sama banci kaleng. Ehmm, maksud gue sama sama Ikan Sarden Kaleng. *karena menulis frase IKan Sarden Kaleng terlalu panjang, maka gue singkat aja menjadi Sarden Kalengan*. Jam setengah empat gue dibangunin sama temen gue untuk sahur. Setelah cuci muka gue pun tidur lagi beranjak ke dapur untuk memanaskan tuh sarden kalengan yang disimpen di kulkas. Setelah ngebuka kaleng sarden dengan gigi gue, gue pun mengambil kapak trus pergi ke hutan untuk mencari kayu bakar buat masak. hehehe, ya galah. Gue menyalakan kompor gas. Cetrek. Begitu bunyi kompor gas dinyalakan *informasi yang ga penting*.

Trus pas lagi manasin tuh Sarden di wajan, gue liat kok apinya semakin mengecil. Trus gue tanya ke temen gue “Wa, kok apinya makin kecil ya?”. Fatwa temen serumah gue blang “Gasnya udah mau abis kali, kan dah lama ga diisi ulang. *lo kira pulsa henpon* Lo coba matiin dulu apinya, tunggu 2menitan, trus coba nyalain lagi”. Mendengar ide yang sangat brilian dari mantan tukang gas, gue sebagai koki amatiran menurut saja. Setelah 2menit, gue coba nyalain apinya lagi. Cetrek. Cetrek. Cetrek. Trus gue teriak “Wa, kompornya sekarang ga bisa nyala sama sekali!! Gasnya abis beneran.”.

Gue pun sedikit panik, karena jam menunjukkan pukul 4lewat, kalo nyari makanan di luar juga udah ga sempet, mana ga ada kendaraan lagi. Gue udah kebayang aja sahur kali ini cuman nasi sama garem. Atau kalo terpaksa pengen ada lauk, ya nasi + sarden beku. Trus si Fatwa bilang “Den, dipanasin pake lilin aja…”. Trus si Fatwa ngambil 2 batang lilin dan nyalain di atas lantai. Kemudian gue ngambil sarden beku yang masih tergeletak di atas wajan dan menaro wajan berisi sarden di atas kedua lilin itu sambil dipegangin sama tangan gue. Dalem hati gue berdoa, mudah2an ni lilin juga ga ikutan mati, karena gue takut ada orang yang berubah jadi manusia padahal belum dapetin apa2 sementara warga sekampung lagi ngejar2 dia. *hehehe, lo kira lilin babi ngepet apa?*. Setelah 5 menit berlalu, mulai terlihatlah kepulan asap dari atas sarden tersebut. Akhirnya nih sarden panas juga. Dan akhirnya gue dan 2 orang temen serumah gue ga jadi makan sahur dengan nasi sama sarden beku.

Moral of The Story: Ternyata lilin bisa juga digunakan untuk memanaskan beberapa jenis makanan, tapi jangan pernah mencoba menggunakan untuk memasak nasi. Percayalah.

Sahur puasa hari ke-25.

Rencana menu sahur kali ini adalah Sarden Kalengan sisa malam kemarin yang akan dipanasin lagi plus telor ceplok. Antisipasi kejadian malam sebelumnya, malem2 kita semua ngecekin satupersatu.

  • Bahan makanan: Sarden: Oke. Telor: Oke.
  • Peralatan: Gas: Oke. Minyak Goreng: Oke.
  • Nasi: Masih banyak bekas malam kemaren.

Berarti semua sudah oke dan sahur besok ga ada masalah lagi. Paginya kita bangun seperti biasa jam setengah empat. Telor udah digoreng sempurna. Ikan Sarden udah dipanasin dengan layak di atas kompor gas. (bukan di atas lilin seperti kemaren). Pas kita mau ambil nasi, trus kita nyium bau2 aneh gitu keluar dari ricecooker, Pas diliat ternyata nasinya sudah berwarna coklat dan mengeluarkan bau yang ga enak.  Ternyata yang kita ga tau, sewaktu siang tadi kayanya pernah terjadi mati lampu sehingga nasi yang ada di ricecooker menjadi basi. Seperti kata2 yang sering diucapkan oleh anak gaul ke temennya “Ah, Basi lo!!”.

Daripada gue cuman sahur sama sarden+telor ceplok doang, maka gue pun keluar mencari dan berharap ada rumah makan yang masih buka yang mau menjual nasinya aja ke kita. Tapi akhirnya dapet juga dan kita pun bisa sahur dengan normal walo jam udah mepet ke waktu imsak. Memang, cobaan orang yang berpuasa bukan hanya pada saat berpuasa, tapi juga pada saat sahur.

Moral of The Story: Nasi basi yang sudah berwarna kecoklatan tidak sama dengan nasi goreng. Ingat itu baik-baik.

Sahur puasa hari ke-26: Kita liat aja nanti.

BDM 2008

———————————————————————-

Berawal dari blogwalking ke blognya si Dimas, yang menuliskan side story dari sebuah cerita serial 7 episode berjudul “BUNUH DIRI MASSAL 2008″, membawa gue ke blognya sang penulisnya yaitu Fajar Nugross. Lumayan telat sih, karena gue baru baca ceritanya ketika episode ke-7 diterbitkan atau saat pelaksanaan bunuh diri massal 2008 berlangsung yaitu tanggal 22 September 2008.

Bunuh Diri Massal 2008 bercerita tentang seorang laki-laki yang mempunyai ide gila yaitu membuat suatu acara dengan melakukan bunuh diri secara massal. Siapapun boleh mendaftar jadi pesertanya asalkan dia laki-laki dan mempunyai alasan yang cukup kuat untuk mati bunuh diri. Dengan memperkerjakan seorang sekretaris bernama Susi Similikitty, si Ketua Panitia Bunuh Diri Massal tersebut mensortir seluruh formulir pendaftaran dari seluruh peserta yang berminat yang akan mati bunuh diri bersama  dia. Akankah Ketua Panitia Bunuh Diri Massal berhasil melaksanakan acaranya? Apa sebenernya motif dibalik dia melakukan ini? Kenapa bunuh diri harus beramai-ramai? Silahkan baca aja sendiri!!!.

Sebuah cerita yang sangat unik dan ga biasa sama sekali walau di beberapa bagian terdengar tidak masuk akal seperti pelaksanaan event bunuh diri massal seperti mengadakan event pensi anak sma atau konser musik. But overall sih, gue salut sama imajinasinya. Udah lama banget gue ga baca cerita yang kaya gini.

Oiya, selain Fajar Nugros, cerita ini juga ditulis bareng sama Alanda Kariza. Seorang cewek manis, cantik dan cerdas yang masih bersekolah di salah satu sma di Jakarta.

Hmm, jadi pengen nulis side story-nya dari cerita ini seperti yang dilakukan oleh si Dimas dan lain2. Mungkin postingan berikutnya kali ya??

oiya, cerita lengkap BDM2008 selain dapat dibaca di blognya Fajar Nugross, bisa juga di baca di sini.

Suicide Rocks!!!

-dendiout-


Pantangan Makanan Berbuka

Setelah membaca Tips Oye Berpuasa dari gue, Presiden pun mencoba membuat tips berpuasa versi dia. Begini bunyinya:

Jika berbuka puasa, janganlah memakan:

  • Sup Kalla
  • Mie Gawati
  • Jus Dur
  • jagung Laksono
  • Bakar Tanjung
  • Soto Yoso

Tapi cukup minumlah Es Beye.

-dendiout-


Kalimat Itu

Iseng2 blogwalking, ga sengaja gue baca ini di sini. Disitu ada kata2 si Radith. Kurang lebih dia ngomong begini:

Menulis Blog-lah untuk diri sediri, bukan untuk mengejar sebanyak mungkin komentar. Karena menulis blog adalah tentang kejujuran.

Gue pun teringat sama postingan gue yang ini.

Hmm, different words, but same meaning.

Mungkin memang saatnya gue harus jujur. Jujur pada diri gue sendiri, jujur pada orang2 yang bersentuhan dengan hidup gue dan yang terpenting jujur pada apa yang gue tulis. Walau terkadang itu pahit sekalipun.

Walaupun banyak yang mampir ke sini, tapi sedikit sekali yang mau menuliskan komentar atas tulisan gue. Kadang menyurutkan motivasi gue untuk tetap menulis. Dan batin gue pun bergejolak, membuncahkan sebuah pertanyaan yang ga mungkin gue jawab sendiri:

Masihkah Roger Danuarta mencintai Sheila Marcia??

Eh, ehem, maaf. Maklum lagi nonton infotainment. Maksud gue:

Apa dan dimana salah tulisan gue???????

Seperti email2 yang biasa gue kirim di salah satu milis yang gue ikutin. Milis yang anggotanya orang2 yang mengenal gue lebih dari 4 tahun. Ga seperti dulu ketika masih kuliah, sekarang setiap email2 “aneh” yang gue kirim, sepertinya ga ada tanggapan. Gue ga tau apakah mereka semua kini menjadi orang-yang-sangat-serius-sekali setelah pada bekerja atau mereka “bosan” dengan tulisan basi gue? Gue juga ga yakin salah satu dari mereka ada yang pernah singgah di sini. Kalopun ada, gue cuma bisa bilang: “Sorry,  I Just Try To Be Honest To Myself”.

Kembali mengenai komentar di blog ini. Gue ga akan membahas lagi kenapa blog gue miskin komentar sedangkan blog laen banjir komentar. Biarlah itu tetap menjadi suatu misteri Ilahi (alah, bahasanya tinggi banget).

Satu hal yang pasti, gue akan tetap menulis — dengan atau tanpa kalian. Egois memang. Karena tujuan gue menulis bukan untuk mencari perhatian, tetapi mencari jodoh. (lho??). *Gue jadi inget kata2 temen gue di blog FS-nya dulu : “Di abad 21 ini, jika kita membutuhkan sebuah perhatian dari orang lain, yang kita perlukan hanya seperangkat komputer pentium IV dan sambungan internet” *

So, gue cuma bisa bilang,

Thanks bagi yang udah kasih komen, thanks juga bagi yang cuma sempet mampir doang.

-dendiout-


Horeee Gue Pertamaxxx!!!!

“Halo, Gue Pertamaxxx”

Seorang bocah yang dengan pakaian trendy dan bergaya necis mencoba mengenalkan dirinya kepada dua orang teman barunya.

“Oh kenalin, kalo nama gue Solar. Mat Solar lengkapnya”.

Seorang bocah bertampang kucel dengan ingusnya yang berwarna hijau, meleleh dengan sedikit menggantung dari salah satu lobang hidungnya, mencoba menjawab perkenalan itu.

“Kalo dia Premium. Tapi anak2 biasa manggil dia Bensin.” Bocah ingusan itu mencoba mengenalkan teman satunya lagi yang semenjak tadi hanya diam.

“Iya panggil aja gue Bensin.” Sahut si anak pendiam itu.

“Kita lagi maen congklak nih. Lo mau ikutan Maxx?” tanya Solar.

“Ayo, siapa takut?” sahut Pertamaxx.

Sementara di pojokan sana seorang bocah yang bernama Minyaxx Tanah hanya bisa memandang ketiga bocah yang sedang bermain congklak itu.

Moral of The Story: jika punya anak, jangan kasih nama mereka seperti nama bahan bakar!!!

—————–

Gue masih penasaran dimana letak keren dan asyiknya ketika orang menuliskan kata2 “Gue Pertamax” di comment sebuah blog. Apalagi kata2 tersebut cuma sekedar numpang lewat, padahal isi blognya belum dibaca sama sekali. Bahkan (sepertinya) ada yang bangga jika bisa masuk 10 besar komentar, 20 besar, bahkan 100 besar.

Pertamax!! Kenapa ga sekalian aja buka Pom Bensin??

Dunia memang aneh.

Ada yang bisa ngasih tau gue, dimana ketidaktauan gue?

____________________

Well, puasa hari ke-11

Dendi dan Dian Sastro mengucapkan:

Selamat Puasa. Tetap Semangat.!!!!

—————————-

-dendiout-


Tips Oye Bulan Puasa

Tips Makan Sahur:

  1. Makanlah sebelum waktu imsak
  2. Hindari makan sahur dengan durian monthong, karena harga durian monthong sedang mahal
  3. Kurangi makan sahur dengan nasi dan telor ceplok. Sebagai variasi, cobalah untuk membuat telor dadar, telor mata sapi, telor rebus, telor asin, telor rica-rica, cah telor, sup telor puyuh, telor bakar, telor panggang, brownies telor, chesseegg, eggroll, dll.
  4. Jika kamu baru terbangun ketika adzan shubuh berkumandang, janganlah panik. Cobalah untuk tidur lagi dan usahakan untuk bermimpi sedang makan sahur. Makan di dalam mimpi tidaklah membatalkan puasa.
  5. Kurangi kebiasaan menggosok gigi setelah makan sahur. Hal ini akan menolong kamu karena sisa-sisa makanan yang tertinggal bisa dimanfaatkan ketika kamu tidak memiliki satu makanan pun waktu berbuka puasa.

Tips Saat Berpuasa:

  1. Berpuasalah dengan menahan makan, minum dan nafsu. Jangan sekali-kali mencoba kreatif dengan mencoba menambah-nambahkan dengan menahan yang lain seperti menahan kentut, menahan BAB atau menahan pintu WC (dengan harapan orang yang di dalam wc tidak dapat keluar).
  2. Habiskan waktu dengan kegiatan yang positif seperti membuat tanda plus (tambah) hingga memenuhi 1 buku tulis isi 58 lembar. Jika buku sudah penuh sebelum adzan magrib, jangan ragu untuk menambah 1 buku lagi yang berukuran Big Boss.
  3. Perbanyaklah membaca buku-buku yang berguna, apalagi membaca Al-Quran. Kurangi kebiasaan membaca garis tangan dan membaca spanduk di pinggir jalan.
  4. Lakukan kegiatan yang bisa menghabiskan waktu sehingga puasa tidak terasa. Jangan lakukan kegiatan yang bisa menghabiskan semangkok baso dan segelas es campur, walau terbukti jauh lebih ampuh sehingga puasa tidak terasa.
  5. Mulai sekarang cobalah untuk berjalan kaki kemanapun kamu pergi. Berangkat sekolah/kuliah/kerja, pulangnya juga, pergi ke mall, pergi ke pasar, pergi ngapel pacar, bahkan pulang mudik keluar kota sekalipun. Hal ini sangat terbukti dapat mempercepat waktu berbuka puasa. (bukan karena waktu terasa cepat, tetapi karena bikin cepet aus dan dehidrasi)

Tips Berbuka Puasa:

  1. Jangan terkecoh dengan kata-kata iklan “Berbukalah dengan yang manis”, karena artinya kamu tidak akan pernah berbuka puasa sebelum menemukan yang manis-manis.
  2. JIka bersikeras untuk mematuhi iklan tersebut, cobalah kreatif dengan cara minum air putih sambil melihat gambar Dian sastro, Alyssa Soebandono, Marshanda atau siapa saja yang menurut kamu anggap manis. Jika tidak ada gambar mereka di sekitar kamu, maka terpaksa kamu berbuka dengan air putih dicampur gula putih. (gula putih bisa digantikan dengan gula merah-red)
  3. Bagi anak kos, janganlah terlalu sering menumpang berbuka puasa di satu mesjid yang sama. Usahakanlah untuk berkeliling/berputar beberapa mesjid sehingga menyamarkan keberadaan kamu yang selama sebulan penuh menumpang berbuka di masjid.
  4. Janganlah berbuka dengan Durian Monthong, karena info terakhir harganya masih tetap mahal. (Durian Monthong tetap tidak bisa diganti dengan Durian Medan atau Durian Lampung-red).
  5. Usahakanlah untuk menyegerakan berbuka puasa ketika adzan magrib berkumandang. Kecuali kalau badan kamu sudah berbau seperti kudanil. Maka yang harus kamu lakukan adalah menyegerakan untuk mandi. Tapi ingat, jangan memaksakan tagline iklan minuman teh sehingga berbunyi “Mandilah dengan yang manis”, karena gue gak akan tergoda untuk diajak mandi bareng sekalipun yang ngajak Maria Ozawa.

Sekian sedikit tips dari gue. Ambillah yang baik-baik, buanglah yang yang buruk-buruk.

Semoga Barokah.

-dendiout-


Berbagi Tips di Bulan Puasa

Sekarang puasa udah hari kelima…….dan itu artinya tinggal 141 hari lagi menuju…..

….

hari ulang tahun gue *tetep maksain postingan sebelumnya*

Bentar lagi buka puasa, enaknya sambil nunggu buka puasa kaya gini itu duduk di depan tipi trus ditemani sama pisang goreng, kopi item dan sebatang rokok. Hmmm, bikin puasa kita jadi ga kerasa dan waktu seperti berjalan dengan sangat cepat. Hihihi *yaiyalah, neneknya si pitung juga tau!!!*

Dulu waktu belum kerja, sore2 begini sambil nunggu buka biasanya gue jalan2 ke mol atau ke mana gitu supaya waktu ga kerasa atau istilahnya ngabuburit. Sekarang pas udah kerja, sore-sore begini sambil nunggu buka gue masih nulis blog ngerjain kerjaan kantor yang harus kelar sore ini juga sebelum bedug berbunyi. Mana lagi puasa, udara kerasanya panas walo ada AC plus tekanan dari si bos yang bikin gue tambah stress aja. Kalo udah stress begini bawaannya jadi laper dan pengen makan banget. (ye, itu sih gara2 puasa kali bukan gara2 stress).

Tadi malem pas gue mau kirim sms, tiba2 henpon gue menolak untuk mengirim tuh sms. Gue langsung panik.

Pertama gue kira jangan2 karena pulsanya abis, tapi gue mikir, Lho henpon gue kan pascabayar?. Jadi kayanya mustahil.

Trus gue mikir lagi, jangan2 nih henpon ngambek gara2 dah lama ga gue mandiin kembang sama dikasi darah perawan hehehehe *wah ketauan deh kalo henponnya dapet dari tuyul*

Setelah gue cek ternyata inbox gue dah kepenuhan. Dah melebihi kapasitas memori internal henpon gue. Emang sih mungkin dah lebih dari seribuan lebih, dari awal beli cuma sedikit yang pernah gue apus2in. Pas lagi nge-delete-in satu2 sms yang dah lama, gue terpaku pada beberapa sms yang ada di bagian akhir.

3 nama wanita.

Puluhan sms dari masing-masing.

Dikirim pada waktu yang hampir bersamaan.

Tertanggal mulai dari awal agustus sampe akhir desember tahun kemaren.

Wanita pertama.
Seseorang yang sangat rajin mengirim sms2 lucu dan unik sejak jaman kuliah. Wanita yang membuat gue bisa tersenyum kembali walau sekedar ucapan sms selamat pagi, selamat sahur, selamat puasa, selamat kerja, selamat makan atau selamat tidur dan mimpi indah.

Wanita kedua.
Temennya temen gue. Dikenalkan sama temen gue. Masih memiliki “monyet”. Temen gue menyodorkan ke gue untuk segera dilakukan take over. (emangnya kredit macet bisa ditake-over).

Wanita ketiga.
Wanita yang kadang menemani gue ngobrol sepanjang malam. Wanita yang bisa “berbunyi” terus berjam-jam walo gue cuma menanggapi dengan iya, heh, hah, dll. Wanita yang hanya gue anggap sebatas teman.

Tiag-tiganya berjalan beriringan. Gue menikmati itu semua. Tetapi gue ga menganggap itu sebuah perselingkuhan. Karena tak satupun dari mereka adalah milik gue.

Gue coba mengingat masa itu. Masa dimana gue mengambil sikap untuk berdiri di tempat yang aman which is grey area. Entah kenapa, The condition always put me in the situation where I have to stand in grey area. Mungkin gue terlalu pengecut untuk memilih melangkah ke tempat berwarna putih ataupun hitam. Gue merasa nyaman di kondisi ini. Tidak khawatir merasa terikat tetapi masih bisa menikmati bagaimana mendapatkan perhatian. Egois memang.

Ehmm, lho kok jadi mellow begini ya? Wah bahaya nih kalo diterusin. Internet adalah sebuah benda yang sangat berbahaya. Bisa kebongkar semua aib gue.

Oke, sebagai penutup gue kasih aja tips bagi pasangan yang berpacaran jarak jauh atau disebut Long Distance Relationship.

TIPS PACARAN JARAK JAUH:

  1. Suruhlah pasanganmu mendekat, maka kalian tidak akan berpacaran jarak jauh lagi
  2. Putuskan pacar yang jarak jauh, dan carilah pacar yang jaraknya dekat.
  3. Tetap berhubungan dengan pacar yang jarak jauh, tetapi carilah pacar kedua yang jaraknya dekat.
  4. Cobalah mencari pacar seorang supir bis kota atau angkot, karena bagi mereka jauh dekat bayarnya sama.
  5. Cobalah mencari pacar seorang direktur operator telepon seluler, walopun berjauhan tetapi minimal tidak khawatir uang terkuras gara2 pulsa henpon membengkak
  6. Agar biaya komunikasi tidak membengkak, cobalah melakukan komunikasi melalui alat komunikasi yang tanpa biaya seperti radio CB ataupun walkie talkie.

Sekian tips dari gue, semoga bermanfaat.

-dendiout-


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.