20 something and still alive 24 January , 2010
Posted by Dendi Riandi in Uncategorized.2 comments
Ditemani sebatang ini, secangkir itu, sepiring si ikal, secuil akses jaringan ke alam semesta dan sejumput harapan, seperti ribuan pagi dan ribuan malam yang biasa gue lewati bersama mereka selama hampir setengah dasawarsa ini, dan gue pun mencoba merangkai kembali kepingan-kepingan puzzle dari hidup gue. Ah…ternyata memang banyak yang hilang. Beberapa ada yang ditemukan di kolong meja atau di belakang di lemari, namun bentuknya sudah tidak seperti dulu. Mungkin rusak dimakan usia, rayap, kecoa, atau bahkan tetesan hujan yang betapapun pelannya tapi tetap bisa meninggalkan bekas.
Mungkin banyak sekali yang hilang itu kini gue rindukan.
Gue kangen curhat kepada-Nya di malam hari, kangen membaca ayat-ayatNya di setiap kamis malam, kangen menjaga perut kosong seharian, gampangnya mungkin gue kangen padaNya.
Gue kangen panasnya kota serang, kangen macetnya Jakarta, naik turun metro mini dan mendengarkan nyanyian sumbang para musisi jalanan. Atau hanya sekedar duduk di pinggiran jalanan bundaran HI menikmati secangkir kopi murah di larutnya malam dan melihat sisi lain kota ini dari mata kaum marginal ibukota.
Gue kangen berteater, tertawa gila bersama Awan.
Gue kangen menggoreskan pensil di atas kertas menjadi sebuah bentuk yang aneh .
Gue kangen nulis, oh those stupid stories or those pathetic poetries.
Gue kangen ngeblog. wish me can start to write again after this.
Atau hanya sekedar memetik gitar dan bernyanyi bersama para sahabat di sudut jalanan atau di puncak gunung hingga pagi.
Gampangnya mungkin gue kangen sama otak kanan gue.
Gue kangen pipi dan perut gue yang dulu.*sumpah, ga penting bgt*
Dan sebagai manusia biasa, gue juga kangen sama belaian wanita – the last missing piece of puzzle I haven’t found yet *halah curcol*
Dan gue masih terus mencoba melempar dadu di permainan ular tangga kehidupan ini, di papan ular tangga bernama pekerjaan dan cinta. Mengocok dan melemparkannya berulang-ulang, dan terus berharap suatu saat akan keluar angka dadu yang mengantarkan pion itu menuju tangga, bukan ular seperti yang sering gue temui. Karena mungkin hanya itu sebatas kemampuan gue, mengocok dadu dan berdoa, mengenai hasilnya itu urusan-Nya.
Gue pun menatap jarum jam yang panjang itu. Hari berganti, alam berganti, cuaca berubah, dunia berubah, kotaro minami berubah, pasukan gorgom terkejut *lho? Fokus den!!*, dunia berubah, tapi gue merasa masih seperti 10 tahun yang lalu. Mungkin benar apa kata iklan rokok itu, “tua itu pasti, tapi dewasa itu pilihan”.
Karena ternyata gue cuma seorang anak laki-laki biasa, yang masih suka “bermain” dan “berpetualang”.
Gue melihat sekali lagi sebuah angka di pojok kanan bawah layar ini, sudah lewat lima menit dari tengah malam. Itu ditempat gue berada sekarang, entah di tempat kalian. Yang gue tahu di sini lebih cepat 5 jam dari jam di Baghdad. Dan sebuah alat komunikasi itu pun mulai bergetar dan mengeluarkan beberapa kali bunyi yang menandakan ada pesan yang masuk.
“Cinderella, kamu harus cepet pulang, waktunya abis. Jgn lupa tinggalin sepatu kacanya.” From “Ibu Peri yang Baik Hati”.
Aaaarghhh, ternyata sms nyasar.
Oh oke, back to main topic.
Happy birthday My Dearest Brother……
EKA ARDIANSYAH.
(24 jan 1983 – 13 juni 1997)
semoga kau tenang di langit sana, dikelilingi para malaikat dan dipeluk para bidadari surga. Semoga kita bisa meniup lilin ini bersama suatu saat nanti di langit sana..….seperti dulu kala.
di hari ini semoga gue diberi:
Ketaatan ibadah seperti usia 56
kebijaksanaan seperti usia 46,
kedewasaan seperti usia 36
energi seperti usia 16
dan imajinasi seperti usia 6 tahun.
20 something and still alive. I’m single and Happy birthday.
EPILOG
Pemuda itu menundukkan kepalanya sambil memejamkan mata.
Tak lama dia membuka matanya dan mulai menghembuskan nafasnya dari mulutnya. Kegelapan pun menyelimuti ruangan itu seiring padamnya sebuah lilin di hadapannya. sepi dan sendiri. seperti tahun-tahun sebelumnya.
Sementara itu di sebuah tempat tak jauh dari situ, terdengar teriakan dari seluruh penjuru.
“Ada babi ngepet, ada babi ngepet!!!!! Babinya berubah jadi orang!!!’
“Bakaaarr!!!! Bunuhhh!!!! Cincanggggggggggggggggg!!!
“upss, salah lilin.!!! Sori cuy. Piss V(‘_’)”-dendiout-
240184-240110
Gue, Si Mbok dan Hansaplast Junior Warna-warni (repost) 17 January , 2010
Posted by Dendi Riandi in Uncategorized.add a comment
Gue : Mbok, boleh minta tolong. Bisa tolong belikan Hansaplast Junior yang warna-warni di warung sebelah, sepertinya hatiku terluka lagi malam ini.
(lima menit kemudian)
Si Mbok : Maap Den, Hansaplast junior warna-warni yang Aden minta buat nutupin luka hatinya Aden tidak ada. Mau diganti dengan yang lain?
Gue : Ga usah Mbok, biarin aja, hatiku masih bisa tahan kok. Tolong bungkuskan saja Senyumnya ini lalu masukkan ke kulkas. Biar ga basi. Mudah-mudahan setelah dingin bisa digunakan buat menghentikan pendarahan hatiku.
Mbok…si Mbok pernah sakit hati?
Si Mbok : Sakit hati? Walopun sudah tua-tua begini, si Mbok mah ga pernah sakit hati, paling juga sakit encok. Kalo malam begini suka kumat. Biasanya abis minum jamu langsung sembuh. Aden mau minum jamu juga?
Gue : Emang ada jamu buat sakit hati?
Si Mbok : Maksud Aden, Hepatitis?
Gue : Bukan Mbok, sakit hati.
Si Mbok : Si Mbok sih belum pernah denger ada jamu sakit hati. Kalau sakit kepala, masuk angin, pegel linu ada jamunya Den.
Gue : O gitu ya Mbok. Ya sudah deh Mbok, makasih ya. Jangan lupa Senyumnya dimasukkan ke kulkas ya. Aku mau mencari Senyum yang lain di dalam komputer saja.
Si Mbok : Emang bisa Den?
Gue : Yah, dicoba aja Mbok. Jangankan cuma cari Senyum, cari kancing baju yang hilang juga bisa kok.
Si Mbok : Kalau cari mantan pacarnya si Mbok juga bisa?
Gue : Oh kalo itu agak susah, Mbok. Tapi si Mbok bisa ikutan Termehek-termehek.

-dendiout-
*and tonite is like 9 months ago. so repost deh jadinya.
*tulisan baru mudah2an mlai minggu depan.
Random Thoughts 9 January , 2010
Posted by Dendi Riandi in Uncategorized.4 comments
At first I thought it was just physical attraction. But then it changed when i saw you pray at mosque that afternoon. I think I’ve found an angel.
and an old song from one of boysband plays in my head: “I don’t care who you are, where you’re from, what you did, as long as………“
and suddenly, history of her doesn’t matter anymore. Now I understand, that’s why people called that thing is blind.
and i miss writing. miss my blog. wish me can write those stupid stories or pathetic poems again. see u when i see u.
Pelajaran dari restoran Seafood: Seikat Bunga 15 October , 2009
Posted by Dendi Riandi in Uncategorized.9 comments
Oh well, kayanya dah lama banget ga nulis, terutama nulis yang sedikit waras.
Tadi siang gue makan di salah satu restoran seafood yang mau grand opening. Yah semacam food test gitu. Di situ gue ngobrol dengan owner-nya. Ngobrol sana ngobrol sini, akhirnya dia bercerita 2 buah kisah. Tapi disini gue mau ceritain kembali yang kisah kedua aja. Karena kisah kedua ini yang menurut gue sangat dalem artinya
Begini ceritanya:
Alkisah, ada seorang pria yang sangat sukses dan mapan. Dia mempunyai seorang istri. Malam sebelum tidur dia berpesan kepada istrinya untuk membangunkan dia pagi-pagi sekali karena akan ada rapat penting besok di kantor dan urusan-urusan lain yang harus diselesaikan, sehingga dia harus sampai di kantor lebih pagi dari biasanya.
Pagi pun tiba. Pria tersebut bangun dan melihat jam menunjukkan pukul 7.30 pagi. Kemudian dia bangun dan memarahi istrinya habis-habisan karena tidak membangunkan dia sesuai pesannya. Kemudian buru-buru mandi, berpakaian dan langsung berangkat ke kantor dengan cepat sambil tetap mengomel sama istrinya.
Di tengah perjalanan dia kelaparan karena tadi terburu-buru sehingga lupa sarapan. Akhirnya dia berhenti sebentar di sebuah kedai di pinggir jalan. Dia memesan roti dan secangkir kopi susu. Sementara pesanannya dibuatkan, dia kemudian mendengar percakapan seorang anak kecil dan penjual bunga yang tidak jauh dari kedai tersebut.
Anak kecil itu bertanya kepada penjual bunga “Bunga yang itu harganya berapa?” sambil menunjuk kepada bunga berwarna merah besar.
“Kalau yang ini 100 ribu” jawab penjual bunga
“kalau yang itu?” tanya anak kecil tersebut sambil menunjuk ke bunga yang berwarna putih.
“kalau ini 50 ribu” jawab penjual bunga itu lagi.
“kalau yang 10 ribu saya bisa dapat bunga yang mana?” tanya anak kecil itu.
Akhirnya, pria tersebut mendekati anak kecil tersebut.
“maaf adek, kalo boleh saya tau, adek mau beli bunga ini untuk siapa?” tanya pria itu.
“saya beli bunga ini untuk ibu saya. Hari ini ibu saya ulang tahun.”
Seketika itu juga, tubuh pria itu bergetar. Dia ingat, hari ini juga istrinya berulang tahun. Di hari ulang tahun istrinya, dia malah memarahinya habis-habisan hanya karena lupa membangunkannya untuk urusan kantor.
Kemudian dia langsung membeli 2 buket bunga yang seharga 50 dolar. Satu dia berikan kepada anak kecil itu, dan satunya lagi dia minta kepada penjual bunga untuk dikirimkan ke alamat rumahnya untuk istrinya.
Setelah mengambil roti dan kopi susunya, kemudian dia melanjutkan perjalanan ke kantornya. Baru beberapa meter berjalan, dia lihat anak kecil berjalan searah dengan mobilnya. Pria itu penasaran, bagaimana sosok ibu anak itu sehingga sang anak rela untuk membelikan bunga yang cukup mahal untuk ukuran anak kecil tersebut. Kemudian dia membuka jendela, dan menawarkan mengantarkan anak kecil ke rumahnya.
Setelah beberapa lama perjalanan, memasuki gang kecil, lalu sampailah di sebuah tanah agak kosong. Turunlah mereka berdua. Pria itu melihat ada beberapa makam di situ. Lalu tibalah di suatu makam yang masih baru.
“ini makam siapa dek?” pria itu bertanya.
“ini makam ibu saya. 3 hari yang lalu dia meninggal dunia. Hari ini ulang tahunnya. Saya ingin memberikan bunga ini kepadanya karena selama dia hidup, saya tak pernah memberikan apa-apa untuknya.” Jawab anak kecil tersebut.
Tiba-tiba, tubuh pria itu bergetar lebih dari sebelumnya. Air matanya menetes dari matanya. Dia pun tersadar, seorang anak kecil saja masih ingat hari ulang tahun ibunya walau dia sudah meninggal dan rela untuk berjalan jauh hanya untuk mencari hadiah. Sementara dia, bukan saja dia lupa akan ulang tahun istrinya yang masih hidup, tapi malah memarahinya habis-habisan di hari bahagianya.
Kemudian, dia pamit kepada anak kecil tersebut, dan berlari ke mobilnya. Dia kembali ke tukang bunga itu dan membatalkan pengantaran bunganya karena dia yang akan mengantar sendiri ke rumahnya.
——-

Terkadang, kita bekerja terlalu keras tidak kenal waktu dengan alasan untuk membahagiakan keluarga dan orang-orang di sekitar kita. Dan ketika mereka sudah pergi, kita baru menyadari bahwa kebahagiaan mereka juga adalah keberadaan kita di dekat mereka, bukan hanya materi.
-dendiout-
Mungkin aku sudah lupa rasanya jatuh cinta 12 October , 2009
Posted by Dendi Riandi in Uncategorized.4 comments
Mungkin aku sudah lupa rasanya jatuh cinta
Temanku bilang rasanya manis
Seperti kue muffin yang dibuat oleh Farah Quinn
Entah kebanyakan gula
Atau karena yang membuat memang Farah Quinn
Mungkin aku sudah lupa rasanya jatuh cinta
Ketika dia berbicara di depan matamu
Keringat dingin mengalir dan jantung berhenti berdetak
Kakimu lemas hingga tak bisa berlari
Mungkin rasanya sama ketika tertangkap basah mencuri celana dalam
Mungkin aku sudah lupa rasanya jatuh cinta
Ada kehangatan yang mengalir di tubuhmu
Pipimu merah merona karena malu
Tapi yang bisa kuingat
Itu rasanya ketika aku mencret di celana
Mungkin aku sudah lupa rasanya jatuh cinta
Tersenyum sepanjang hari
Tai ayam berasa coklat
Tapi kata dokter itu ciri-ciri orang gila
Ada yang bisa mengingatkanku?
Sedikit Selingan 15 September , 2009
Posted by Dendi Riandi in Uncategorized.4 comments
Beberapa minggu belakangan ini ga tau kenapa gue kayanya sibuk banget. Gue ga bisa ngebagi waktu gue antara bekerja sebagai karyawan, membasmi kejahatan, fesbukan, kaskusan, dan tidur siang. Dan akibatnya ga kerasa udah 1 bulan lagi sejak postingan blog terakhir di tulis. Ya, ya, ya, gue banyak alasan gampangnya.
Ga kerasa lagi, lebaran udah dekat. Dan semakin dekat aja setelah pemerintah akan memajukan lebaran dari hari senin jadi hari minggu. Padahal gue belum beli kolor baru buat dipake lebaran nanti. Hmm, oke, sepertinya out of topic.
Klo inget lebaran gue jadi inget pengalaman gue setahun kemaren. (bisa dibaca disini). Klo inget pengalaman itu, gue jadi berpikir, betapa seorang manusia bisa menjadi gila dan sedikit tolol kalo udah menyangkut urusan cinta. Contoh gampangnya bisa kita liat di acara reality show Katakan Cinta yang sempet happening beberapa tahun lalu.
———————————————————————————————–
Saat itu h-1 sebelum lebaran. Gue baru aja dua hari nyampe rumah gue di Serang setelah berbulan-bulan kerja di tempat yang berjarak 2500km dari rumah gue. Tapi hari itu gue nekat menempuh perjalanan 250km lagi hanya untuk bertemu seorang cewe. Seorang cewe spesial. Kenapa?
- Gue baru aja kenal dia 2 bulan.
- Gue belum pernah liat muka dia secara langsung.
- Tapi dia udah liat muka gue lewat friendster.
- Gue ga tau di mana rumah dia sebenarnya.
Singkatnya, kami kenal lewat mak comblang (sungguh modern sekali cara gue mencari jodoh). Akhirnya karena penasaran gue pengen ketemu dia, berangkatlah siang takbir itu (beberapa jam sebelum malam takbir) gue ke kota bogor.
Tetapi cobaan datang perlahan-lahan.
- gue ga tau dimana rumahnya.
- ternyata dia sakit dan ga bisa ketemuan di kota bogornya, jadi dia nyuruh gue langsung ke rumahnya.
- ternyata rumahnya masih jauh sekali dari kota Bogor. Sekitar 1 jam perjalanan lagi menuju arah Sukabumi.
- sesampainya di lokasi yang dia sebutkan dimana gue harus turun dari angkot, ternyata hujan turun dengan lebat selebat-lebatnya.
Sudah kepalang tanggung, gue ga akan menyerah begitu aja. Akhirnya setelah menunggu hujan reda sekitar setengah jam, gue lanjutkan menuju TKP. Ternyata cobaan belum berakhir, karena ujian selanjutnya adalah gue harus naek ojek untuk ke rumah dia. Singkat cerita akhirnya sampailah ke rumahnya. di depan rumahnya terdengar Kahitna sedang tampil menyanyikan lagu lawasnya yang berjudul :”ohhhh, jauh, sekali, rumahmuuuuuu……” yang langsung diam setelah Heidy Yunus-nya gue sambit pake sepatu.
Oke, kencan pertama, pertemuan pertama, kencan buta, diperkenalkan dengan seluruh keluarga, di malam takbiran. Gila, kurang apalagi coba?. Setelah buka bersama, makan malam bersama, obral obrol sana sini, malam pun tiba. Gue harus kembali pulang ke rumah.
Tetapi cobaan belum berhenti kawan. Karena malam takbir dan besok lebaran, tidak ada satupun bus yang menuju Merak yang standby di terminal yang artinya gue terancam berlebaran di Terminal ini. Setelah nanya sana nanya sini, satu2nya kesempatan gue pulang ke rumah adalah menunggu bus dari Bandung yang menuju Merak di pintu tol Ciawi dan berharap masih ada.
Akhirnya jam 10 malam sebuah bus datang juga. Setelah mengetem selama 1 jam, busnya berangkat juga. Dan disitulah gue setahun yang lalu. Jam 11 malam, 250km dari rumah, duduk di sebuah bus, sendirian, dimana seharusnya gue duduk berkumpul bersama keluarga gue. Ditemani gerimis hujan yang membasahi jendela, melakukan sesuatu yang harus seorang pria lakukan. A man gotta do what a man gotta do. A journey to find love.
Dan sekitar jam 1 malam gue baru sampe di rumah. Tapi malam itu sudah bukan malam takbir lagi. malam itu sudah hari lebaran. Pukulan bedug, gema takbir dan bunyi petasan dan kembang api menyambut kepulangan kembali gue ke rumah.
Dan sekarang, ketika melihat kebelakang ketika hubungan itu berakhir dengan singkat, gue baru menyadari bahwa seorang manusia bisa melakukan hal-hal yang menabjubkan dan bodoh sekaligus untuk sebuah hal bernama cinta.
Ah, tumben banget gue cerita beginian di blog ini. Tapi mungkin ada hikmahnya gue tulis agar cerita ini tidak hilang di dalam ingatan gue. Sebagai penanda dan pengingat, bahwa gue pun pernah melakukan hal aneh dan berkorban demi cinta.
-dendiout-
update kilat aja 13 August , 2009
Posted by Dendi Riandi in Uncategorized.5 comments
oke, yang pertama gue sakit (lagi).
ga ada ide buat nulis kalo lagi sakit. walopun sakit tapi biasanya gue masih bandel sama kesehatan gue. kaya dulu psa gue sakit ginjal, dokter nyuruh gue banyakin minum, eh malah gue banyakin makan sama tidur.
dan sekarang, gue sakit batuk. tapi gue masih aja ngerokok. badan masuk angin stadium 5, tapi gue masih aja sering begadang di depan laptop. muka gue semakin parah oleh jerawat, tapi gue masih sering kelupaan cuci muka pake sabun cuci muka. dan walopun agak demam, gue masih maksain masuk kantor.
17an dah deket, masih blm ada ide mau nulis apa. kalo mentok mungkin gue akan repost postingan “independence day: untold story” setaon kemaren.
dan terakhir, question of the month: “kenapa cewe suka make baju terbuka, tapi ga suka kalo ada cowo yg ngeliatin bagian yang terbuka itu?”
ladies, ada yg bisa kasih jawaban?
-dendiout-
Transformer 2,5: Ketika Autobots Bertasbih part II 27 July , 2009
Posted by Dendi Riandi in Komedi.10 comments
Previously on Transformers 2,5:

“Oh iya, sebelum pergi, ada satu hal yang ingin aku tanyakan kepada Eliana.” Ucap Azzam.
“Apa itu Mas Irul?” tanya Eliana.
“Ka..ka…mu..mmuuuu bukan mantan cowok kan?” tanya Azzam sedikit gugup.
Part II
“Ya bukanlah. Kalau mantan copet iya, tapi kalo mantan cowok ga mungkin kali” Jawab Eliana sedikit emosi.
“Yeee, aku kan cuma iseng nanya. Sapa tau aja nanti ada adegan yang mengharuskan kita berpelukan atau bahkan berciuman, dan aku ga mau baru mengetahui kalo wanita yang aku cium ternyata mantan cowok. Lagipula, padahal aku mengharapkan jawaban yang lebih dramatis dari sekedar mantan copet. Hmm, tapi ya sudahlah.” Balas Azzam.
“Sudah, jangan bertengkar. Kita tidak punya banyak waktu lagi. Kita harus mencari Energon sekarang.” Tumbleban, robot raksasa berwarna kuning coba melerai.
“Tapi kita harus mencari dimana? Mesir ini luas lho. Kalo salah, kita bisa dehidrasi di gurun Sahara atau hipotermia di perut gajah Afrika.” Azzam sedikit pesimis dan banyak tidak nyambungnya.
“Eh tenang aja Mas Irul, aku punya teman yang biasa mencarikan sesuatu hilang. Mungkin dia bisa membantu. Sebentar ya aku telepon dulu.” Lalu Eliana mengambil hpnya dan mulai menelepon seseorang. “Halo Man, ini aku Eliana, masih inget kan? Aku butuh bantuan nih, bisa datang ya, cepat, ga pake lama. Posisiku sekarang di 340BB, 580BT, 1320LS dan 120LU. Aku tunggu ya”
10 things I hate about you (Gombal Warning part III) 23 July , 2009
Posted by Dendi Riandi in Tragedi.4 comments
- It is light in your eyes. Yang membuat KU TAK BISA TIDUR SEMALAMAN memikirkannya padahal besoknya aku harus bangun pagi-pagi karena ada rapat di kantor. Mengidam kopikah ibumu ketika mengandungmu?
- It is your smile. Yang membuatku DISANGKA GILA karena tersenyum terus sepanjang perjalanan ini dari bus hingga pesawat.
- It is your touch. Yang membuatku khawatir TERKENA SERANGAN JANTUNG karena jantungku berdetak 10 kali lebih cepat saat kau memegang tanganku.
- It is your name. Yang membuatku selalu MENJATUHKAN HANDPHONEKU setiap kali namamu muncul di layar hpku.
- It is your voice. Yang membuat LIDAHKU TERKUNCI saat kau berbisik di dekat telingaku.
- It is your beauty. Yang membuat OTAK KANANKU BEKU DAN KREATIVITASKU HILANG karena keindahanmu tak sedikitpun bisa kucairkan lewat kata menjadi sajak, lagu ataupun cerita.
- It is you. Yang membuatku TAK BISA MENCINTAI orang lain selain dirimu.
“I believe love needs a reason, and the reason is you.”
* did i say 10 things?
Surat untuk Para Pengebom 18 July , 2009
Posted by Dendi Riandi in Tragedi.4 comments
Dear para pengebom yang entah dimana,
Seharusnya malam ini aku membuat lanjutan sebuah cerita
Cerita yang kata teman-temanku cukup lucu
Padahal aku hanya berniat garing
Tentang Azzam dan para Autobots
Yang bertasbih di Mesir
Tapi aku janji besok akan menulisnya lagi
Tapi malu rasanya aku
Jika membuat orang tertawa
Sementara negeriku sedang berduka
Karena bom meledak lagi di kota Jakarta
Dear para pengebom yang entah di mana,
Semoga surat ini engkau baca
Kalaupun tidak, ya tidak apa-apa
Aku orangnya pasrah kok
Dan aku maklum kalau engkau tidak punya facebook
Dear para pengebom yang entah di mana,
Hatiku kecilku bertanya,
tentang alasan kau berbuat itu
Kenapa wahai pengebom?
Kenapa? Kenapa? Kenapa?
Aku kotor! Aku kotor! Aku kotor! Aku tidak suci lagi!
Maafkan aku mama….
Eh maaf pengebom, aku khilaf, itu cerita yang lain
Eh iya, sampai dimana tadi?
Oh iya, kenapa kau melakukan itu?
Dear para pengebom yang entah di mana,
Kata orang kau melakukan itu demi agama,
Dan sayangnya kata orang agama kita sama.
Kalau memang kau melakukan itu demi agama,
Berarti mungkin agama kita berbeda,
Karena yang kutahu agamaku tidak pernah mengajarkan
Mengebom adalah perbuatan baik yang masuk surga
Atau mungkin hanya namanya saja yang sama,
Tetapi Tuhan kita berbeda?
Atau aku yang masih buta tentang agamaku?
Dear para pengebom yang entah dimana
Tahukah kamu, bahwa Rasulku mengajarkan
Untuk tidak menyakiti para Kafir Quraish dan Yahudi yang berada di Makkah
Meskipun saat itu Makkah sudah dikuasai oleh umat Muslim
Dan Umat Muslim pernah disiksa dan dikhianati ketika mereka berkuasa
Rasulku mengajarkan untuk menghormati dan menjaga orang kafir di tanah kita
Selama mereka tidak membuat keributan di tanah kita
Rasulku mengajarkan demikian, entah dengan rasulmu
Dear para pengebom yang entah di mana,
Tahukah bahwa hatiku sekarang sama sakitnya
Dengan ketika melihat pengeboman sekolah dan rumah sakit di Palestina
Walaupun para korban yang terluka itu
Tidak sebangsa, tidak setanah air, bahkan mungkin ada yang tidak seagama
Kalaupun mereka pernah berbuat dosa
Itu urusan mereka dengan Tuhan, bukan urusan kita sesama manusia
Dear para pengebom yang entah di mana,
Sekian surat dariku
Semoga engkau membacanya
Syukur-syukur kalau sempat dibalas
Karena aku tidak menyertakan perangko balasan
Oh iya, ada satu yang ketinggalan
Maafkan jika ada temanku yang mengutuk dirimu
Kalian para pengebom tidak sepatutnya dikutuk seperti itu
Karena kalian sudah terkutuk jauh sebelum malin kundang lahir
Dari Dendi, 13 tahun, di Palu.
coming soon
Part II



