Pelajaran dari restoran Seafood: Seikat Bunga 15 October , 2009
Posted by Dendi Riandi in Uncategorized.9 comments
Oh well, kayanya dah lama banget ga nulis, terutama nulis yang sedikit waras.
Tadi siang gue makan di salah satu restoran seafood yang mau grand opening. Yah semacam food test gitu. Di situ gue ngobrol dengan owner-nya. Ngobrol sana ngobrol sini, akhirnya dia bercerita 2 buah kisah. Tapi disini gue mau ceritain kembali yang kisah kedua aja. Karena kisah kedua ini yang menurut gue sangat dalem artinya
Begini ceritanya:
Alkisah, ada seorang pria yang sangat sukses dan mapan. Dia mempunyai seorang istri. Malam sebelum tidur dia berpesan kepada istrinya untuk membangunkan dia pagi-pagi sekali karena akan ada rapat penting besok di kantor dan urusan-urusan lain yang harus diselesaikan, sehingga dia harus sampai di kantor lebih pagi dari biasanya.
Pagi pun tiba. Pria tersebut bangun dan melihat jam menunjukkan pukul 7.30 pagi. Kemudian dia bangun dan memarahi istrinya habis-habisan karena tidak membangunkan dia sesuai pesannya. Kemudian buru-buru mandi, berpakaian dan langsung berangkat ke kantor dengan cepat sambil tetap mengomel sama istrinya.
Di tengah perjalanan dia kelaparan karena tadi terburu-buru sehingga lupa sarapan. Akhirnya dia berhenti sebentar di sebuah kedai di pinggir jalan. Dia memesan roti dan secangkir kopi susu. Sementara pesanannya dibuatkan, dia kemudian mendengar percakapan seorang anak kecil dan penjual bunga yang tidak jauh dari kedai tersebut.
Anak kecil itu bertanya kepada penjual bunga “Bunga yang itu harganya berapa?” sambil menunjuk kepada bunga berwarna merah besar.
“Kalau yang ini 100 ribu” jawab penjual bunga
“kalau yang itu?” tanya anak kecil tersebut sambil menunjuk ke bunga yang berwarna putih.
“kalau ini 50 ribu” jawab penjual bunga itu lagi.
“kalau yang 10 ribu saya bisa dapat bunga yang mana?” tanya anak kecil itu.
Akhirnya, pria tersebut mendekati anak kecil tersebut.
“maaf adek, kalo boleh saya tau, adek mau beli bunga ini untuk siapa?” tanya pria itu.
“saya beli bunga ini untuk ibu saya. Hari ini ibu saya ulang tahun.”
Seketika itu juga, tubuh pria itu bergetar. Dia ingat, hari ini juga istrinya berulang tahun. Di hari ulang tahun istrinya, dia malah memarahinya habis-habisan hanya karena lupa membangunkannya untuk urusan kantor.
Kemudian dia langsung membeli 2 buket bunga yang seharga 50 dolar. Satu dia berikan kepada anak kecil itu, dan satunya lagi dia minta kepada penjual bunga untuk dikirimkan ke alamat rumahnya untuk istrinya.
Setelah mengambil roti dan kopi susunya, kemudian dia melanjutkan perjalanan ke kantornya. Baru beberapa meter berjalan, dia lihat anak kecil berjalan searah dengan mobilnya. Pria itu penasaran, bagaimana sosok ibu anak itu sehingga sang anak rela untuk membelikan bunga yang cukup mahal untuk ukuran anak kecil tersebut. Kemudian dia membuka jendela, dan menawarkan mengantarkan anak kecil ke rumahnya.
Setelah beberapa lama perjalanan, memasuki gang kecil, lalu sampailah di sebuah tanah agak kosong. Turunlah mereka berdua. Pria itu melihat ada beberapa makam di situ. Lalu tibalah di suatu makam yang masih baru.
“ini makam siapa dek?” pria itu bertanya.
“ini makam ibu saya. 3 hari yang lalu dia meninggal dunia. Hari ini ulang tahunnya. Saya ingin memberikan bunga ini kepadanya karena selama dia hidup, saya tak pernah memberikan apa-apa untuknya.” Jawab anak kecil tersebut.
Tiba-tiba, tubuh pria itu bergetar lebih dari sebelumnya. Air matanya menetes dari matanya. Dia pun tersadar, seorang anak kecil saja masih ingat hari ulang tahun ibunya walau dia sudah meninggal dan rela untuk berjalan jauh hanya untuk mencari hadiah. Sementara dia, bukan saja dia lupa akan ulang tahun istrinya yang masih hidup, tapi malah memarahinya habis-habisan di hari bahagianya.
Kemudian, dia pamit kepada anak kecil tersebut, dan berlari ke mobilnya. Dia kembali ke tukang bunga itu dan membatalkan pengantaran bunganya karena dia yang akan mengantar sendiri ke rumahnya.
——-

Terkadang, kita bekerja terlalu keras tidak kenal waktu dengan alasan untuk membahagiakan keluarga dan orang-orang di sekitar kita. Dan ketika mereka sudah pergi, kita baru menyadari bahwa kebahagiaan mereka juga adalah keberadaan kita di dekat mereka, bukan hanya materi.
-dendiout-
Mungkin aku sudah lupa rasanya jatuh cinta 12 October , 2009
Posted by Dendi Riandi in Uncategorized.4 comments
Mungkin aku sudah lupa rasanya jatuh cinta
Temanku bilang rasanya manis
Seperti kue muffin yang dibuat oleh Farah Quinn
Entah kebanyakan gula
Atau karena yang membuat memang Farah Quinn
Mungkin aku sudah lupa rasanya jatuh cinta
Ketika dia berbicara di depan matamu
Keringat dingin mengalir dan jantung berhenti berdetak
Kakimu lemas hingga tak bisa berlari
Mungkin rasanya sama ketika tertangkap basah mencuri celana dalam
Mungkin aku sudah lupa rasanya jatuh cinta
Ada kehangatan yang mengalir di tubuhmu
Pipimu merah merona karena malu
Tapi yang bisa kuingat
Itu rasanya ketika aku mencret di celana
Mungkin aku sudah lupa rasanya jatuh cinta
Tersenyum sepanjang hari
Tai ayam berasa coklat
Tapi kata dokter itu ciri-ciri orang gila
Ada yang bisa mengingatkanku?
Sedikit Selingan 15 September , 2009
Posted by Dendi Riandi in Uncategorized.4 comments
Beberapa minggu belakangan ini ga tau kenapa gue kayanya sibuk banget. Gue ga bisa ngebagi waktu gue antara bekerja sebagai karyawan, membasmi kejahatan, fesbukan, kaskusan, dan tidur siang. Dan akibatnya ga kerasa udah 1 bulan lagi sejak postingan blog terakhir di tulis. Ya, ya, ya, gue banyak alasan gampangnya.
Ga kerasa lagi, lebaran udah dekat. Dan semakin dekat aja setelah pemerintah akan memajukan lebaran dari hari senin jadi hari minggu. Padahal gue belum beli kolor baru buat dipake lebaran nanti. Hmm, oke, sepertinya out of topic.
Klo inget lebaran gue jadi inget pengalaman gue setahun kemaren. (bisa dibaca disini). Klo inget pengalaman itu, gue jadi berpikir, betapa seorang manusia bisa menjadi gila dan sedikit tolol kalo udah menyangkut urusan cinta. Contoh gampangnya bisa kita liat di acara reality show Katakan Cinta yang sempet happening beberapa tahun lalu.
———————————————————————————————–
Saat itu h-1 sebelum lebaran. Gue baru aja dua hari nyampe rumah gue di Serang setelah berbulan-bulan kerja di tempat yang berjarak 2500km dari rumah gue. Tapi hari itu gue nekat menempuh perjalanan 250km lagi hanya untuk bertemu seorang cewe. Seorang cewe spesial. Kenapa?
- Gue baru aja kenal dia 2 bulan.
- Gue belum pernah liat muka dia secara langsung.
- Tapi dia udah liat muka gue lewat friendster.
- Gue ga tau di mana rumah dia sebenarnya.
Singkatnya, kami kenal lewat mak comblang (sungguh modern sekali cara gue mencari jodoh). Akhirnya karena penasaran gue pengen ketemu dia, berangkatlah siang takbir itu (beberapa jam sebelum malam takbir) gue ke kota bogor.
Tetapi cobaan datang perlahan-lahan.
- gue ga tau dimana rumahnya.
- ternyata dia sakit dan ga bisa ketemuan di kota bogornya, jadi dia nyuruh gue langsung ke rumahnya.
- ternyata rumahnya masih jauh sekali dari kota Bogor. Sekitar 1 jam perjalanan lagi menuju arah Sukabumi.
- sesampainya di lokasi yang dia sebutkan dimana gue harus turun dari angkot, ternyata hujan turun dengan lebat selebat-lebatnya.
Sudah kepalang tanggung, gue ga akan menyerah begitu aja. Akhirnya setelah menunggu hujan reda sekitar setengah jam, gue lanjutkan menuju TKP. Ternyata cobaan belum berakhir, karena ujian selanjutnya adalah gue harus naek ojek untuk ke rumah dia. Singkat cerita akhirnya sampailah ke rumahnya. di depan rumahnya terdengar Kahitna sedang tampil menyanyikan lagu lawasnya yang berjudul :”ohhhh, jauh, sekali, rumahmuuuuuu……” yang langsung diam setelah Heidy Yunus-nya gue sambit pake sepatu.
Oke, kencan pertama, pertemuan pertama, kencan buta, diperkenalkan dengan seluruh keluarga, di malam takbiran. Gila, kurang apalagi coba?. Setelah buka bersama, makan malam bersama, obral obrol sana sini, malam pun tiba. Gue harus kembali pulang ke rumah.
Tetapi cobaan belum berhenti kawan. Karena malam takbir dan besok lebaran, tidak ada satupun bus yang menuju Merak yang standby di terminal yang artinya gue terancam berlebaran di Terminal ini. Setelah nanya sana nanya sini, satu2nya kesempatan gue pulang ke rumah adalah menunggu bus dari Bandung yang menuju Merak di pintu tol Ciawi dan berharap masih ada.
Akhirnya jam 10 malam sebuah bus datang juga. Setelah mengetem selama 1 jam, busnya berangkat juga. Dan disitulah gue setahun yang lalu. Jam 11 malam, 250km dari rumah, duduk di sebuah bus, sendirian, dimana seharusnya gue duduk berkumpul bersama keluarga gue. Ditemani gerimis hujan yang membasahi jendela, melakukan sesuatu yang harus seorang pria lakukan. A man gotta do what a man gotta do. A journey to find love.
Dan sekitar jam 1 malam gue baru sampe di rumah. Tapi malam itu sudah bukan malam takbir lagi. malam itu sudah hari lebaran. Pukulan bedug, gema takbir dan bunyi petasan dan kembang api menyambut kepulangan kembali gue ke rumah.
Dan sekarang, ketika melihat kebelakang ketika hubungan itu berakhir dengan singkat, gue baru menyadari bahwa seorang manusia bisa melakukan hal-hal yang menabjubkan dan bodoh sekaligus untuk sebuah hal bernama cinta.
Ah, tumben banget gue cerita beginian di blog ini. Tapi mungkin ada hikmahnya gue tulis agar cerita ini tidak hilang di dalam ingatan gue. Sebagai penanda dan pengingat, bahwa gue pun pernah melakukan hal aneh dan berkorban demi cinta.
-dendiout-
update kilat aja 13 August , 2009
Posted by Dendi Riandi in Uncategorized.5 comments
oke, yang pertama gue sakit (lagi).
ga ada ide buat nulis kalo lagi sakit. walopun sakit tapi biasanya gue masih bandel sama kesehatan gue. kaya dulu psa gue sakit ginjal, dokter nyuruh gue banyakin minum, eh malah gue banyakin makan sama tidur.
dan sekarang, gue sakit batuk. tapi gue masih aja ngerokok. badan masuk angin stadium 5, tapi gue masih aja sering begadang di depan laptop. muka gue semakin parah oleh jerawat, tapi gue masih sering kelupaan cuci muka pake sabun cuci muka. dan walopun agak demam, gue masih maksain masuk kantor.
17an dah deket, masih blm ada ide mau nulis apa. kalo mentok mungkin gue akan repost postingan “independence day: untold story” setaon kemaren.
dan terakhir, question of the month: “kenapa cewe suka make baju terbuka, tapi ga suka kalo ada cowo yg ngeliatin bagian yang terbuka itu?”
ladies, ada yg bisa kasih jawaban?
-dendiout-
Transformer 2,5: Ketika Autobots Bertasbih part II 27 July , 2009
Posted by Dendi Riandi in Komedi.10 comments
Previously on Transformers 2,5:

“Oh iya, sebelum pergi, ada satu hal yang ingin aku tanyakan kepada Eliana.” Ucap Azzam.
“Apa itu Mas Irul?” tanya Eliana.
“Ka..ka…mu..mmuuuu bukan mantan cowok kan?” tanya Azzam sedikit gugup.
Part II
“Ya bukanlah. Kalau mantan copet iya, tapi kalo mantan cowok ga mungkin kali” Jawab Eliana sedikit emosi.
“Yeee, aku kan cuma iseng nanya. Sapa tau aja nanti ada adegan yang mengharuskan kita berpelukan atau bahkan berciuman, dan aku ga mau baru mengetahui kalo wanita yang aku cium ternyata mantan cowok. Lagipula, padahal aku mengharapkan jawaban yang lebih dramatis dari sekedar mantan copet. Hmm, tapi ya sudahlah.” Balas Azzam.
“Sudah, jangan bertengkar. Kita tidak punya banyak waktu lagi. Kita harus mencari Energon sekarang.” Tumbleban, robot raksasa berwarna kuning coba melerai.
“Tapi kita harus mencari dimana? Mesir ini luas lho. Kalo salah, kita bisa dehidrasi di gurun Sahara atau hipotermia di perut gajah Afrika.” Azzam sedikit pesimis dan banyak tidak nyambungnya.
“Eh tenang aja Mas Irul, aku punya teman yang biasa mencarikan sesuatu hilang. Mungkin dia bisa membantu. Sebentar ya aku telepon dulu.” Lalu Eliana mengambil hpnya dan mulai menelepon seseorang. “Halo Man, ini aku Eliana, masih inget kan? Aku butuh bantuan nih, bisa datang ya, cepat, ga pake lama. Posisiku sekarang di 340BB, 580BT, 1320LS dan 120LU. Aku tunggu ya”
10 things I hate about you (Gombal Warning part III) 23 July , 2009
Posted by Dendi Riandi in Tragedi.4 comments
- It is light in your eyes. Yang membuat KU TAK BISA TIDUR SEMALAMAN memikirkannya padahal besoknya aku harus bangun pagi-pagi karena ada rapat di kantor. Mengidam kopikah ibumu ketika mengandungmu?
- It is your smile. Yang membuatku DISANGKA GILA karena tersenyum terus sepanjang perjalanan ini dari bus hingga pesawat.
- It is your touch. Yang membuatku khawatir TERKENA SERANGAN JANTUNG karena jantungku berdetak 10 kali lebih cepat saat kau memegang tanganku.
- It is your name. Yang membuatku selalu MENJATUHKAN HANDPHONEKU setiap kali namamu muncul di layar hpku.
- It is your voice. Yang membuat LIDAHKU TERKUNCI saat kau berbisik di dekat telingaku.
- It is your beauty. Yang membuat OTAK KANANKU BEKU DAN KREATIVITASKU HILANG karena keindahanmu tak sedikitpun bisa kucairkan lewat kata menjadi sajak, lagu ataupun cerita.
- It is you. Yang membuatku TAK BISA MENCINTAI orang lain selain dirimu.
“I believe love needs a reason, and the reason is you.”
* did i say 10 things?
Surat untuk Para Pengebom 18 July , 2009
Posted by Dendi Riandi in Tragedi.4 comments
Dear para pengebom yang entah dimana,
Seharusnya malam ini aku membuat lanjutan sebuah cerita
Cerita yang kata teman-temanku cukup lucu
Padahal aku hanya berniat garing
Tentang Azzam dan para Autobots
Yang bertasbih di Mesir
Tapi aku janji besok akan menulisnya lagi
Tapi malu rasanya aku
Jika membuat orang tertawa
Sementara negeriku sedang berduka
Karena bom meledak lagi di kota Jakarta
Dear para pengebom yang entah di mana,
Semoga surat ini engkau baca
Kalaupun tidak, ya tidak apa-apa
Aku orangnya pasrah kok
Dan aku maklum kalau engkau tidak punya facebook
Dear para pengebom yang entah di mana,
Hatiku kecilku bertanya,
tentang alasan kau berbuat itu
Kenapa wahai pengebom?
Kenapa? Kenapa? Kenapa?
Aku kotor! Aku kotor! Aku kotor! Aku tidak suci lagi!
Maafkan aku mama….
Eh maaf pengebom, aku khilaf, itu cerita yang lain
Eh iya, sampai dimana tadi?
Oh iya, kenapa kau melakukan itu?
Dear para pengebom yang entah di mana,
Kata orang kau melakukan itu demi agama,
Dan sayangnya kata orang agama kita sama.
Kalau memang kau melakukan itu demi agama,
Berarti mungkin agama kita berbeda,
Karena yang kutahu agamaku tidak pernah mengajarkan
Mengebom adalah perbuatan baik yang masuk surga
Atau mungkin hanya namanya saja yang sama,
Tetapi Tuhan kita berbeda?
Atau aku yang masih buta tentang agamaku?
Dear para pengebom yang entah dimana
Tahukah kamu, bahwa Rasulku mengajarkan
Untuk tidak menyakiti para Kafir Quraish dan Yahudi yang berada di Makkah
Meskipun saat itu Makkah sudah dikuasai oleh umat Muslim
Dan Umat Muslim pernah disiksa dan dikhianati ketika mereka berkuasa
Rasulku mengajarkan untuk menghormati dan menjaga orang kafir di tanah kita
Selama mereka tidak membuat keributan di tanah kita
Rasulku mengajarkan demikian, entah dengan rasulmu
Dear para pengebom yang entah di mana,
Tahukah bahwa hatiku sekarang sama sakitnya
Dengan ketika melihat pengeboman sekolah dan rumah sakit di Palestina
Walaupun para korban yang terluka itu
Tidak sebangsa, tidak setanah air, bahkan mungkin ada yang tidak seagama
Kalaupun mereka pernah berbuat dosa
Itu urusan mereka dengan Tuhan, bukan urusan kita sesama manusia
Dear para pengebom yang entah di mana,
Sekian surat dariku
Semoga engkau membacanya
Syukur-syukur kalau sempat dibalas
Karena aku tidak menyertakan perangko balasan
Oh iya, ada satu yang ketinggalan
Maafkan jika ada temanku yang mengutuk dirimu
Kalian para pengebom tidak sepatutnya dikutuk seperti itu
Karena kalian sudah terkutuk jauh sebelum malin kundang lahir
Dari Dendi, 13 tahun, di Palu.
coming soon
Part II

Transformer 2,5 : When Autobots Praised God (Ketika Autobots Bertasbih) 13 July , 2009
Posted by Dendi Riandi in Komedi.13 comments

(pict. from kenyo with little modifying)
Part I
Hari ini adalah hari kepulangan Azzam ke Indonesia setelah 9 tahun lamanya di Mesir. Pesawat telah take-off 5 menit yang lalu. Di sebelahnya duduk Eliana, putri dubes Indonesia untuk Mesir yang sedang tertidur lelap. Mulutnya mangap dengan iler yang sedikit menetes sampai ke kerah baju. Walaupun ilernya mengalir, namun gadis itu tetap cantik. Azzam jadi membayangkan, ileran aja masih cantik, gimana kalo ngeden ya? Ah, tapi Azzam tak berani membayangkan, pamali kalo kata orang tua bilang.
“Eliana…Eliana” ucap Azzam sambil menepuk pundaknya.
“iya, mas Irul. Ada apa?” jawab Eliana setengah tertidur.
“udah tidur ya?” tanya Azzam
“Yeeee, dikirain apa. Tadi sih tidur, kalo sekarang sih udah bangun jadinya.” Eliana menjawab dengan keki.
“Ups, sori. Kalo gitu tidur lagi deh.” Azzam berkata tanpa rasa bersalah
10 menit telah berlalu sejak pesawat meninggalkan airport. Kini pesawat mengudara di atas gurun pasir. Tampak Piramida Giza yang menjulang tinggi terlihat dari jendela pesawat. Melihat piramida, Azzam jadi teringat nasi tumpeng buatan ibunda tercinta di Indonesia.
Tiba-tiba, pesawat terguncang sangat keras. Captain pilot mengumumkan keadaan darurat. Masker oksigen berjatuhan dari kabin pesawat. Eliana pun langsung terbangun. Dengan cepat Azzam memakai masker oksigen tersebut dan ikut membantu Eliana memasangkan oksigennya.
Pesawat menukik sangat cepat. Seluruh orang di pesawat panik dan berteriak. Para pramugrari yang nan cantik pun tidak ketinggalan berteriak, namun demi menjaga image, mereka berteriak tapi tetap cantik. Sungguh tidak penting.
Pesawat akhirnya mendarat di gurun pasir. Hampir seluruh bodinya hancur. Para penumpang banyak yang pingsan dan beberapa meninggal dunia kecuali Azzam dan Eliana. Semua itu karena mereka pemeran utama. Engga seru aja kalo pemeran utamanya meninggal dunia. Kemudian Azzam membuka pintu darurat dan keluar besama Eliana. Sebenarnya Azzam ingin pergi ke toilet dulu, karena kebelet pipis dari tadi, namun dia urungkan karena merasa ini bukan waktu yang tepat untuk pergi ke toilet.
Sekeluarnya mereka dari pesawat, di depan mereka sudah hadir 3 sosok raksasa namun tidak terlihat jelas karena terhalang sinar matahari..
“awww!!!” teriak Azzam kaget sambil mengangkat kedua tangannya yang tergenggam menutupi mulutnya melihat sosok raksasa itu.”siapa kalian? jangan bunuh kami. bunuh dia saja!!” sambil menunjuk ke Eliana.
“Jangan takut Azzam. Nama saya Tumbleban. Kami datang dengan damai. Peace. Slanker, you know? Salam Peace, Love and Gaul.” Jawab salah satu raksasa berwarna kuning sambil menggerakan tangannya dari bibir, ke bahu kemudian menggoyangkan ke depan seperti ular. Sebelas duabelaslah dengan dwi andhika. Kini terlihat terlihat jelas bahwa mereka adalah robot raksasa
“Kami adalah para autobots, dan kami datang karena kamu adalah satu-satunya manusia yang bisa menyelamatkan kami dan bumi ini dari kehancuran oleh para Decepticon.” Ucap salah seorang autobots yang berwarna silver.
“Kenapa saya?” tanya Azzam
“Ya tadinya kami mau pilih Michael jackson, tapi sayang dia sudah meninggal duluan.”
“Terus, tugas saya apa untuk menyelamatkan bumi ini?”
“Tugas kamu adalah mencari The Matrix sebagai sumber utama dari Energon. The Matrix ada di dalam salah satu Piramida. Kamu harus menemukannya sebelum The Fallen, Megatron dan kroco-kroconya menemukannya terlebih dahulu. Tapi kamu harus mencarinya bersama wanita itu.”
“Eliana maksudnya? Kenapa?”
“Iya, karena dia pemeran utama juga. Jadi dia harus ikut. Banyak nanya nih anak. Ingat Azzam, kamu hanya punya waktu 2,5 jam untuk menemukan The Matrix. Kalau kamu berhasil menemukannya, kamu akan mendapatkan US50.000 tunai dan jalan-jalan ke Australia sekeluarga. Untuk membantumu menemukan The Matrix, kami akan berikan potongan Allspark agar kamu mempunyai pikiran super. Semoga berhasil!!”
“Tunggu!!! Terus, tugas kalian apa? Kalian tidak membantu kami??” tanya Azzam bingung.
“Kami bantu saja dengan doa. We will praise God.”
“Capek deh. Oh iya, sebelum pergi, ada satu hal yang ingin aku tanyakan kepada Eliana.” Ucap Azzam.
“Apa itu Mas Irul?” tanya Eliana.
“Ka..ka…mu..mmuuuu bukan mantan cowok kan?” tanya Azzam sedikit gugup.
-to be continued-
Dan Gue Bukan Pemuda Haram apalagi Anak Haram. 8 July , 2009
Posted by Dendi Riandi in Misteri, Tragedi.3 comments
Rokok. Gue udah kenal rokok jauh sebelum usia gue cukup untuk membolehkan menghisap rokok. Kelas 6 sd. Tapi itu masih tahap coba-coba. Berlanjut sampe smp dan sma dengan rata-rata 1-2 batang per hari, tapi bisa lebih kalo kumpul sama temen di hari libur atau jalan-jalan sampe menginap, seperti di rumah teman, acara di sekolah atau naek gunung. Waktu kuliah gue mulai mengurangi merokok dengan menghisap pada waktu tertentu saja. 2 tahun belakangan ini, semenjak gue pindah ke kota ini, kecanduan rokok gue mulai parah. 1 bungkus bisa 2-3 hari, bahkan bisa 1 bungkus 1 hari kalo hari libur. Pun ketika ada fatwa haram merokok dikeluarkan, walaupun dengan syarat tertentu, gue masih tetap merokok. Hari ini, tanggal 8 juli, sudah hampir 1 bungkus gue habiskan. Merokok mungkin (katanya) haram, tapi perokok bukan anak haram.

Facebook. Gue mengenal dan mendaftar account facebook sekitar tahun 2006. tapi saat itu hanya ikut-ikutan saja karena masih asyik pada dunia friendster. Saat itu facebook hanya digunakan untuk aplikasinya saja. Dibuka hanya seminggu sekali itupun kalo ingat dan kalo sempat. 6 bulan belakangan ini, semenjak Januari, intensitas di facebook semakin meningkat. Hampir tiap saat mengecek facebook hanya untuk ganti status, mengomentari status orang, menulis di wall, bermain aplikasi, games, sampe kuis. Bahkan aktivitas gue di blog ini sedikit berkurang karena keasyikan menulis note di facebook. Setiap saat jika ada waktu buka facebook. Tidak bisa di komputer, gue buka lewat hp. Walaupun sejak tahun 2008 gue udah menggunakan hp gue udah berfriendsteran. Boomingnya facebook dan penyalahgunaan fungsinya oleh orang-orang yang tak bertanggung jawab, memicu dikeluarkannya fatwa haram tentang facebook. Namun (lagi-lagi), itu tidak menyurutkan gue untuk tetap berfacebook-ria. Hari ini tanggal 8 juli, gue ga kemana-mana, dan seharian hanya menyalakan laptop gue untuk facebookan. Facebook mungkin (katanya) haram, tapi facebook-er bukan anak haram.
Golput. Tahun pertama gue ikut pemilu adalah tahun 2004. Yang tahun 1999 gue tidak ikut karena umur gue belum 17 tahun sehingga tidak mempunyai hak pilih. Tahun 2004 itu gue masih tinggal di rumah, sehingga nama gue masih tercantum di DPT. Dan sebagai warga negara yang baik gue menggunakan hak pilih gue. 5 tahun kemudian, tahun 2009, tahun ini, pemilu diadakan lagi. tapi gue udah ga tinggal di rumah lagi. Terpisah hampir 1000km dari rumah. Dan seperti warga pendatang lainnya, sangat sulit untuk membuat KTP resmi. Yang bisa gue buat hanyalah KTP nembak untuk mengurus hal-hal lain dan jaga-jaga kalau ada razia. Tidak terdaftar sebagai warga berarti tidak terdaftar sebagai pemilih tetap saat pemilu. Inilah pertama kali gue golput. Bukan karena pilihan, tetapi karena keterpaksaan. Ketika pendaftaran dipermudah hanya dengan membawa KTP saja, tapi tetap saja tidak berlaku bagi KTP nembak, harus dilengkapi dengan kartu keluarga juga. Banyaknya warga negara yang golput, mengundang dikeluarkannya fatwa haram tentang golput. Hari ini tanggal 8 juli, gue golput untuk kedua kalinya, bukan karena pilihan, tapi karena keterpaksaan. Golput mungkin (katanya) haram, tapi golput-er bukan berarti anak haram.

Merokok, Facebook, dan Golput. Tiga2nya hari ini gue lakukan. Melakukan 3 hal haram dalam 1 hari. Mungkin yang kurang tinggal babi panggang dan sebotol bir. Bagaimana dengan kamu?
-dendiout-
Black Campaign 7 July , 2009
Posted by Dendi Riandi in Komedi.5 comments
Syahdan, ketiga capres kita naek pesawat bersama seorang anak kecil. Ketiga capres itu tidak didampingi oleh para ajudannya satupun.
Di tengah perjalanan, terdapat kebocoran bahan bakar pesawat, sehingga pesawat akan jatuh. Pilot dan para krunya langsung terjun payung tanpa mempedulikan nasib ketiga capres dan anak kecil itu. Namun kini yang tersisa hanyalah 3 buah parasut.
Parasut ada tiga buah, sementara penumpang ada 4 orang.
Melihat kondisi ini, capres no.1 langsung mengambil parasut dan berkata
“maaf, sesuai undian kemarin, aku dapat nomor satu. Lagipula pepatah berkata ‘ladies first’ ya!!!”.
Lalu melompatlah capres no.1 tersebut.
Capres no.3 panik karena kalau berdasarkan urutan undian pemilu, dia yang terakhir. Sementara masih tersisa 1 anak kecil tak berdosa. Kalau orang tahu dia lompat dari pesawat dengan meninggalkan satu anak kecil, apa kata dunia?
Tiba-tiba dia mengambil 1 buah parasut dan berkata kepada capres no.2
“maaf, slogan saya bilang ‘lebih cepat, lebih baik”.
Lalu lompatlah capres no.3 dari pesawat.
Sekarang yang tersisa hanyalah 1 buah parasut, capres no.2 dan 1 anak kecil.
Capres no.2 tidak tega jika dia mengambil parasut, lalu meninggalkan anak kecil itu mati di pesawat. Lalu berkatalah dia
“Nak, kamu masih muda, jalanmu masih panjang. Ambillah parasut itu dan lompatlah dari pesawat ini. Saya sudah cukup memakan asam garam kehidupan. Lagipula 5 tahun adalah waktu yang cukup lama untuk menikmati hidup. Lanjutkan Nak!!!”
Lalu anak kecil itu berkata:
“Bapak ga usah khawatir. Parasutya masih ada dua kok. Cukup untuk kita berdua.”
Capres no.2 bingung dan bertanya:
“lho kok bisa???”
Si anak kecil kemudian menjawab dengan entengnya
“iya, oom yang tadi bukan ambil parasut, tapi itu tas ransel saya.”
*pendukung capres no.3 piss ya, just kidding kok*
——————————————————————————————————-
Makanan dan minuman yang tidak disukai oleh presiden:
- Jus dur
- Jagung laksono
- Bakar tanjung
- Soto yoso
- Mie gawati
- Sup kala
Tapi presiden sukanya Cuma minum Es Beye.
——————————————————————————————————-
TIPS NYONTRENG
- Pastikan TPS yang kamu datangi adalah TPS yang benar dan sah. Ingat TPS yang benar dan sah adalah TPS yang panitianya tidak memakai seragam warna kuning, tidak tercium bau bangkai dan tidak terdapat tulisan Tempat Pembuangan Sampah.
- Tidak usah membawa pinsil 2B sendiri ke TPS, karena ini bukan SNMPTN dan juga panitia sudah menyiapkan spidol khusus buat menyontreng.
- Jangan juga membawa contekan calon yang akan dipilih karena pilihannya cuma 3. membawa contekan ke dalam bilik suara akan menurunkan pandangan orang terhadap tingkat intelegensia kamu sebesar 90%.
- bukalah perlahan-lahan kertas suara dan bacalah serta lihatlah dengan seksama foto dan nama calon presiden yang akan kamu pilih. Jika ada gambar Budi Anduk dan Ari Untung, segera kembalikan ke panitia pemilu dan katakan bahwa kertasnya tertukar dengan brosur iklan pelumas.
- Contrenglah pada salah satu capres atau cawapres yang ada. Jangan sok kreatif dengan membuat gambar love atau bahkan membubuhkan tanda tangan dan menggambar pemandangan di kertas suara.
- Sspidol hanya digunakan untuk menyontreng, jangan dibawa pulang apalagi digunakan menuliskan “Joko was here” di bilik suara. Ingat kamu sudah besar, ga esde lagi.
- Lipatlah kertas suara sesuai dengan bentuk lipatan yang sudah ada. Jangan menambah-nambah pekerjaan panitia pemilu dengan membuat origami dari kertas suara tersebut.
- Janganlah terlalu lama di dalam bilik suara, karena masih banyak orang yang antri. Ingat 5 menit menentukan 5 tahun. Tapi bukan berarti kalau 10 menit di dalam akan menentukan 10 tahun. Korelasinya ga selinear itu.
- Masukkan kertas suara ke dalam kotak suara. Kotak suara yang sah berwarna silver, kalau kotaknya kaca transparan, berarti kamu memasukkan ke kotak amal jariyah.
- Setelah selesai mencontreng, jangan lupa untuk membubuhkan tinta di salah satu jarimu sebagai bukti telah mencontreng. Pastikan jari yang diberi tinta bukan jari yang biasa digunakan untuk mengupil karena ga keren aja kalo ada tinta di idung kamu dan Starbukcs tidak akan memberikan minuman gratis dengan menunjukan idung yang bertinta.
——————————————————————————————————-
Happy nyontreng guys!!!
Punya KTP tapi ga punya kartu keluarga. KTP nembak dibolehin ga ya buat ikutan nyontreng?
-dendiout-
